Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Danantara Apresiasi Progres Proyek PSEL Bali di Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali di Jalan Raya Pelabuhan Nomor 7X, Pedungan, Denpasar Selatan, mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara, Prof. Dr. Muliaman Darmansyah Hadad.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Muliaman meninjau perkembangan proyek bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Kamis (5/11). Kunjungan ini turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, BPI Danantara, PT PLN (Persero) Pusat, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), serta pihak terkait lainnya.
Muliaman menilai perkembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy di Bali menunjukkan kemajuan yang sangat baik dan konkret.
Menurutnya, proyek PSEL Bali berpotensi menjadi model percontohan yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Kolaborasi pemerintah daerah, PLN, investor, hingga unsur TNI dinilai menjadi kekuatan dalam membangun pengelolaan proyek secara terintegrasi.
Selain menghasilkan energi listrik, proyek ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat.
"Proyek PSEL Bali diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pengelolaan sampah nasional yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi berkelanjutan," ujarnya.
Pemkot Denpasar Harapkan PSEL Jadi Solusi Persampahan
Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik kunjungan tersebut. Ia didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa.
Arya Wibawa mengatakan, persoalan sampah merupakan tantangan perkotaan yang membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan.
Karena itu, pengembangan PSEL Bali diharapkan menjadi salah satu solusi strategis untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
"Melalui penerapan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan, sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai persoalan, tetapi juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi sumber energi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Arya Wibawa.
PSEL Bali Olah 1.500 Ton Sampah per Hari
Direktur Utama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Fadli Rahman, menjelaskan proyek PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.500 ton per hari. Fasilitas tersebut diproyeksikan menghasilkan listrik sebesar 240 GWh per tahun.
Pembangunan fasilitas dilakukan di atas lahan seluas enam hektare dengan kapasitas energi rata-rata 30 MW. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 24 bulan.
Dari sisi perizinan, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan rekomendasi teknis ketinggian bangunan dari otoritas bandara telah diperoleh.
"Penyusunan Basic Engineering Design juga telah rampung dengan 386 gambar desain, sementara mesin dan peralatan utama sedang dalam proses pemesanan serta fabrikasi," ujarnya.
Fadli menambahkan, pekerjaan konstruksi berupa pemancangan menggunakan metode bore pile telah menyelesaikan 723 dari total 1.100 titik. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada November 2026.
Sementara itu, pembangunan pondasi waste bunker dan incinerator sedang berjalan dengan target penyelesaian pada Maret 2027. Selama masa konstruksi, proyek PSEL Bali diperkirakan melibatkan lebih dari 700 tenaga kerja.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 629 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 513 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan