Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




1 tahun Hilang, Pencari Madu Ditemukan Tinggal Kerangka

Rabu, 24 Agustus 2022, 21:27 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/1 tahun Hilang, Pencari Madu Ditemukan Tinggal Kerangka.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Tulang belulang manusia yang diduga kerangka dari Alwi (61 tahun) asal Ambalawi Kabupaten Bima, ditemukan warga pencari madu di pegunungan sekitar wilayah Ambalawi, Selasa sore (23/8).

Kerangka tersebut diduga kuat adalah Alwi yang juga berprofesi sebagai pencari madu. Sudah satu tahun dia dikabarkan hilang.

Penemuan tulang belulang manusia beredar informasi masyarakat ini, langsung direspon Polsek Ambalawi Polres Bima Kota Polda NTB.

Kapolsek Ambalawi, Iptu Rusdin, mengatakan awal diketahuinya informasi penemuan tulang manusia  dari keterangan Umran (32 tahun), yang saat itu tengah mencari madu di pegunungan sekitar atau TKP penemuan kerangka manusia.

Umran yang saat itu bersama Marwa, saat mencari madu, melihat seutas tali pengikat parang tergantung di sebuah pohon. Lalu menemukan baju dan celana  tergeletak di bawah tanah.

“Setelah dibuka terlihat kerangka atau tulang manusia dan menduga kerangka tersebut adalah warga yang hilang. Melihat hal tersebut kedua warga pencari lebah madu, langsung memberitahukan keluarga almarhum Alwi,” kata Kapolsek Iptu Rusdin, Rabu (24/8).

Kapolsek menjelaskan, pihak keluarga telah mengambil kerangka manusia yang ditemukan warga. Dari pakaian yang dikenakan korban dan barang bukti di lokasi, pihak keluarga memastikan itu jasad keluarganya.

“Dasar yang meyakini keluarga Alwi, dari pakaian dan barang berupa parang yang ada di TKP, merupakan milik almarhum Alwi,” ujar Kapolsek.

Adapun barang  yang ditemukan di TKP, sebut Kapolsek, parang, celana dalam warna hijau, baju Kaos warna putih hitam, celana kolor  warna hitam, celana Jeans yang sudah hancur, ikat pinggang warna hitam dan tali pengikat parang.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami