Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
123 Warga Asing di Bali Dideportasi Pihak Imigrasi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Selama 8 bulan terakhir dari Januari hingga awal Agustus 2021, Imigrasi Bali telah mendeportasi 123 warga negara asing (WNA) yang melakukan pelanggaran keimigrasian dan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.
Hal itu dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk. Menurutnya selama PPKM Jawa - Bali dari tanggal 3 Juli 2021 sampai saat ini, Kemenkumham Bali telah mendeportasi sebanyak 6 orang WNA yang telah melanggar protokol kesehatan.
Sementara dari bulan Januari sampai Agustus telah mendeportasi sebanyak 123 orang WNA. "Jadi selama Januari sampai saat ini ada 123 WNA yang sudah kami deportasi," ungkapnya Selasa 17 Agustus 2021.
Ditegaskannya, pengawasan dan penegakan hukum terhadap WNA memang gencar dilakukan pihak Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. Ini dilakukan agar WNA yang tinggal di Bali tidak melakukan pelanggaran yang berujung pada deportasi.
Seperti halnya pelaksanaan Pengawasan Keimigrasian dan Penegakan Protokol Kesehatan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, di seputaran Sanur, pada Sabtu 14 Agustus 2021 sekitar pukul 15.00 WITA.
Jamaruli Manihuruk menjelaskan dalam kegiatan penertiban dan pengawasan tersebut, personel yang melaksanakan penertiban sebanyak 13 orang dibagi menjadi 2 tim.
Pelaksanaan berlangsung di perempatan Jalan Pantai Sindu, Jalan Danau Toba. Kemudian di sepanjang bibir pantai sanur dengan menyasar restauran atau kafe.
Dari hasil pengawasan, terlihat WNA yang melakukan aktivitas pada kawasan tersebut telah mematuhi protokol kesehatan dan tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian.
"Selain pengawasan, pihak Imigrasi Kelas I TPI Denpasar juga memberikan edukasi dan imbauan kepada WNA, pemilik restauran atau kafe di sekitar lokasi untuk tetap menjaga Protokol Kesehatan dan memperhatikan masa berlaku ijin tinggalnya," ungkapnya.
Dijelaskan Jamaruli, kegiatan pengawasan keimigrasian ini merupakan agenda rutin yang dilakukan Kantor Imigrasi dan Divisi Keimigrasian Kemenkumham untuk mengetahui keberadaan dan aktivitas WNA selama mereka tinggal di Bali.
Ia pun mengajak seluruh stakeholder/instansi terkait untuk terus bersinergi dalam melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap orang asing yang masih berada di Bali. Guna mencegah terjadinya potensi pelanggaran yang dilakukan WNA tersebut.
“Peran aktif dari masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mengetahui keberadaan dan aktivitas WNA di Lingkungan Masyarakat” ucap Jamaruli Manihuruk.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1981 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun