Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
13 Tahun Tak Diaspal, Jalan Alasangker–Silangjana Bahayakan Pengendara
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kondisi jalan penghubung Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng dengan Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada, dikeluhkan warga.
Ruas jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer itu mengalami kerusakan cukup parah dengan banyak lubang di sejumlah titik sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Keluhan warga tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Buleleng. Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng turun langsung meninjau kondisi jalan di Banjar Dinas Tenaon, Desa Alasangker, Jumat (22/5).
Dari hasil peninjauan, kerusakan jalan disebut dipicu faktor usia jalan serta tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Jalan tersebut terakhir kali mendapat pengaspalan pada tahun 2013 dan hingga kini belum kembali diperbaiki secara menyeluruh.
Kelian Desa Adat Banjar Tenaon, Wayan Wara mengatakan masyarakat memahami keterbatasan anggaran pemerintah. Namun warga berharap setidaknya dilakukan penanganan sementara dengan menutup lubang-lubang yang ada agar tidak semakin membahayakan pengguna jalan.
“Sekarang sudah genap 13 tahun jalan ini belum diperbaiki lagi. Kami mohon supaya lubang-lubang yang ada segera ditutup karena masyarakat yang melintas di jalan ini banyak yang jatuh,” ujarnya.
Selain faktor usia jalan, kondisi drainase di sisi jalan juga disebut mempercepat kerusakan aspal. Saat hujan deras, air kerap meluap ke badan jalan hingga membuat aspal cepat rusak dan berlubang.
Wayan Wara menyebut pihak desa juga akan mengimbau masyarakat untuk rutin membersihkan saluran drainase agar aliran air tetap lancar dan tidak memperparah kerusakan jalan.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengakui masih banyak ruas jalan di Kabupaten Buleleng yang mengalami kerusakan. Dari total jalan kabupaten, sekitar 300 kilometer di antaranya berada dalam kondisi rusak ringan hingga berat.
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya melakukan peningkatan dan rehabilitasi jalan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Kita memahami keluhan masyarakat. Jalan di Buleleng memang masih banyak yang perlu perbaikan. Karena itu setiap tahun pemerintah tetap menganggarkan program peningkatan maupun rehabilitasi jalan,” katanya.
Untuk penanganan sementara, Pemkab Buleleng akan melakukan patching atau penambalan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang, termasuk jalan Alasangker–Silangjana.
Supriatna juga menjelaskan kenaikan harga aspal turut mempengaruhi proses perbaikan jalan tahun ini. Harga aspal yang sebelumnya sekitar Rp12 ribu per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp20 ribu per kilogram.
Meski demikian, pihaknya memastikan penanganan jalan rusak tetap menjadi prioritas pemerintah daerah dalam lima tahun ke depan.
“Kami tetap serius menyelesaikan persoalan jalan rusak di Buleleng secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli