Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
13 Tahun Tak Diaspal, Jalan Alasangker–Silangjana Bahayakan Pengendara
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kondisi jalan penghubung Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng dengan Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada, dikeluhkan warga.
Ruas jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer itu mengalami kerusakan cukup parah dengan banyak lubang di sejumlah titik sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Keluhan warga tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Buleleng. Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng turun langsung meninjau kondisi jalan di Banjar Dinas Tenaon, Desa Alasangker, Jumat (22/5).
Dari hasil peninjauan, kerusakan jalan disebut dipicu faktor usia jalan serta tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Jalan tersebut terakhir kali mendapat pengaspalan pada tahun 2013 dan hingga kini belum kembali diperbaiki secara menyeluruh.
Kelian Desa Adat Banjar Tenaon, Wayan Wara mengatakan masyarakat memahami keterbatasan anggaran pemerintah. Namun warga berharap setidaknya dilakukan penanganan sementara dengan menutup lubang-lubang yang ada agar tidak semakin membahayakan pengguna jalan.
“Sekarang sudah genap 13 tahun jalan ini belum diperbaiki lagi. Kami mohon supaya lubang-lubang yang ada segera ditutup karena masyarakat yang melintas di jalan ini banyak yang jatuh,” ujarnya.
Selain faktor usia jalan, kondisi drainase di sisi jalan juga disebut mempercepat kerusakan aspal. Saat hujan deras, air kerap meluap ke badan jalan hingga membuat aspal cepat rusak dan berlubang.
Wayan Wara menyebut pihak desa juga akan mengimbau masyarakat untuk rutin membersihkan saluran drainase agar aliran air tetap lancar dan tidak memperparah kerusakan jalan.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengakui masih banyak ruas jalan di Kabupaten Buleleng yang mengalami kerusakan. Dari total jalan kabupaten, sekitar 300 kilometer di antaranya berada dalam kondisi rusak ringan hingga berat.
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya melakukan peningkatan dan rehabilitasi jalan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Kita memahami keluhan masyarakat. Jalan di Buleleng memang masih banyak yang perlu perbaikan. Karena itu setiap tahun pemerintah tetap menganggarkan program peningkatan maupun rehabilitasi jalan,” katanya.
Untuk penanganan sementara, Pemkab Buleleng akan melakukan patching atau penambalan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang, termasuk jalan Alasangker–Silangjana.
Supriatna juga menjelaskan kenaikan harga aspal turut mempengaruhi proses perbaikan jalan tahun ini. Harga aspal yang sebelumnya sekitar Rp12 ribu per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp20 ribu per kilogram.
Meski demikian, pihaknya memastikan penanganan jalan rusak tetap menjadi prioritas pemerintah daerah dalam lima tahun ke depan.
“Kami tetap serius menyelesaikan persoalan jalan rusak di Buleleng secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2570 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan