Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
150 Seniman Jepang Ikuti Nippon Artfest
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebanyak 150 seniman jepang dan 35 seniman Indonesia akan ikut ambil bagian dalam Nippon Artfest di Ubud Bali. Pameran ini akan menampilkan sekitar 300 karya seni seniman Jepang dan Indonesia.
Pameran dalam rangka 50 tahun persahabatan Indonesia- Jepang ini digelar oleh Art Communication (Jepang) dan Tonyraka Gallery. Pameran ini diklaim sebagai pameran terbesar karya seni Jepang yang pernah digelar di Bali.
Dalam pameran ini akan dipamerkan berbagai karya seni mulai seni lukis cat air, seni lukis gaya jepang, seni kaligrafi, hingga seni media campur. Dalam pameran ini para pengunjung akan dapat menikmati karya pelukis Jepang ternama Ritsuku Kurokawa dan kaligrafi karya Seikoh Taira,†jelas kurator pameran ini Arif Prasetyo.
Dalam pameran juga akan dipamerkan seni keramik tradisonal Jepang yang disebut Mashikoyaki. Seni keramik yang dipamerkan berupa alat-alat makan yang dihiasi tulisan syair Jepang.
Lewat pameran bersama seniman Jepang dan Indonesia ini diharapkan akan terjalin komunikasi antara seniman kedua negara. Dengan adanya komunikasi ini diharapkan akan ada kesempatan bagi seniman Indonesia untuk mempromosikan hasil karyanya di luar negeri,†jelas pemilik galeri, Tony Raka.
Pameran akan dibuka 14 November dan akan berlangsung hingga 17 November 2008.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3124 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2115 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2062 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun