Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
16 Orang Tewas Akibat Bangunan Rubuh di Kamerun
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah bangunan rubuh di Douala, Kamerun, pada Minggu (23/7) sekitar pukul 01.30 pagi waktu setempat. Peristiwa itu menyebabkan 16 orang tewas.
Tim penyalamat dikabarkan masih berusaha untuk mencari korban selamat di antara puing-puing bangunan.
"Situasinya terkendali dan petugas pemadam kebakaran bekerja untuk memastikan tidak ada terjebak di bawah reruntuhan," kata Gubernur Littoral Samuel Dieudonne Ivaha Diboua, seperti dilansir AFP.
Sejauh ini, rumah sakit Laquintinie Douala telah menerima 13 pasien. Korban tewas termasuk seorang anak perempuan berusia tiga tahun dan remaja perempuan berusia 19 tahun.
Selain itu, kata pihak rumah sakit, tiga anak lainnya dalam perawatan intensif akibat mengelami luka-luka.
Sedangkan rumah sakit lain menerima dua remaja perempuan, seorang perempuan berusia 28 tahun, dan lima laki-laki.
Sebelumnya, sebuah bangunan juga pernah rubuh di Douala pada 2016 hingga menyebabkan lima orang tewas.
Pihak berwenang menyalahkan kondisi perbaikan gedung yang buruk dan pelanggaran terkait peraturan bangunan.
Pada Juni di tahun yang sama, otoritas lokal disebut sempat mengidentifikasi adanya 500 bangunan di Douala yang terancam runtuh.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4409 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1834 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1503 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 989 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 924 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun