Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 16 September 2026
195 Pengungsi Gunung Agung Bertahan di Pupuan
Senin, 13 November 2017,
07:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
BeritaBali.com, Tabanan. Berada di zona bahaya sekitar 6 kilometer dari Gunung Agung, sebanyak 195 pengungsi memilih tetap tinggal di Posko pengungsian di Kecamatan Pupuan, Tabanan.
Guna memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi gunung agung di kecamatan Pupuan yang berasal dari Banjar Tegeh, Desa Amerta Buana, Kecamatan Selat, Banjar Uma, Desa/Kecamatan Selat, Banjar Tiing Seka, Desa/Kecamatan Bebandem, dibantu sembako oleh elemen pemuda Tabanan.
Elemen pemuda Tabanan yang terdiri dari KMHDI Tabanan, Peradah, Komunitas Satu Jiwa dan Forum Pelestari Budaya Tabanan, memberikan bantuan berupa air mineral 100 dus, telur lima krat, daging ayam 30 ekor dan keperluan dapur lain, Minggu ( 12/11/2017 ).
Ketua KMHDI tabanan, I Gede Arya Adi Gunawan menyebutkan, pihaknya memberikan bantuan kepada pengungsi di Pupuan karena lokasinya yang jauh dari Pusat Kota Tabanan.
"Informasi terkahir yang kami dapat, jika pengungsi di Pupuan jumlahnya masih ratusan, makanya bantuan kami arahkan ke sini," jelasnya.
Ketua Komunitas Satu Jiwa, I Gede Made Raka Aryawan menilai bantuan kepada pengungsi harus tetap disalurkan, meskipun statusnya sudah diturunkan. Karena masih ada warga yang mengungsi terutama yang rumahnya berada dalam radius sekitar tujuh kilometer dari Gunung Agung.
"Hari ini kami bawa air mineral 100 dus, telur lima krat, daging ayam 30 ekor dan keperluan dapur lain, " jelasnya.
I Wayan Jaman (47) pengungsi asal Banjar Tegeh, Desa Amerta Buana, Kecamatan Selat mengatakan, dirinya masih ragu-ragu kembali ke kampung halaman wilayah banjarnya berdekatan dengan radius berbahaya.
"Ingin pulang, tapi beberapa waktu lalu sempat gempa, takutnya gunung meletus," katanya.
Ia mengatakan dirinya sempat pulang ke Banjar Tegeh saat Hari Raya Galungan untuk sembahyang. Jaman mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi Gunung Agung saat ini. "Hanya bisa pasrah," ungkapnya.
Posko pengungsi Kecamatan Pupuan berada di rumah seorang warga, yakni Wayan Dira. Perbekel Desa Pujungan, I Made Wismu Jaya mengatakan, saat ini yang menempati posko pengungsi sebanyak 25 orang. Sisanya masih berada di rumah saudaranya.
"Untuk logistik, pengungsi di posko kekurangan lauk pauk untuk makan, beras masih ada. Jika logistik lebih baru kami salurkan kepada pengungsi yang tinggal bersama keluarganya," jelasnya.
Ia menceritakan, awalnya semua pengungsi asal Karangasem itu berada di rumah saudaranya, hanya empat orang yang menempati posko. Namun, seiring berjalannya waktu dan status Gunung Agung belum jelas, pihak keluarga yang ditumpangi pun tidak kuat lagi mengajak saudaranya yang mengungsi karena keterbatasan ekonomi.[bbn/nod/psk]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5398 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2282 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1070 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026