Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 11 Juni 2026
2.000 Hektar Sawah di Tabanan Diproyeksikan Dapat Asuransi
Rabu, 21 Oktober 2015,
07:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Sebanyak 2.000 hektar sawah di Kabupaten Tabanan akan diproyeksikan mendapat Asuransi Usah Tani Padi (AUTP). Meski demikian baru 414 hektar sawah yang terdata.
Hal itu diungkapkan Kadis Pertanian Hortikultura dan Tanaman Pangan Tabanan I Nyoman Budana, Selasa (20/10/2015). Pihaknya akan melakukan upaya sosialiasi terhadap program baru dari pemerintah pusat tersebut. “Hari Jumat ini akan kami undang seluruh subak yang masuk dalam lahan endemis atau yang sering gagal panen baik karena bencana kekeringan maupun serangan hama,” tandasnya.
Sementara Kasi Pembiayaan dan Pengembangan Usaha, I Nyoman Jarta menjelaskan, AUTP diberikan kepada petani yang tanaman padinya gagal panen selama satu musim tanam. Untuk tahun 2015 ini pada periode musim tanam November atau awal Desember.
Premi yang dibayarkan ke PT Jasindo sebesar Rp 180.000 per hektar. Pemerintah pusat mensubsidi sebesar 80 persen atau Rp 144.000 per hektar. Sisanya Rp 36.000 dibayarkan petani.
" Kami sebenarnya sempat mengusulkan agar premi yang dibayar petani disubsidi APBD Perubahan, tapi sudah tidak bisa karena program ini terlambat," ungkap Jatra.
Syarat mendapatkan AUTP ini selain termasuk lahan daerah endemis, juga telah menerapkan pertanian Good Agriculture Production (GAP) atau menerapkan teknologi tani dengan baik, daerah irigasi, dan memiliki kelompok subak terutama subak yang mendapakan Upaya Khusus (Upsus).
Jadwal tanam ditentukan setidaknya bulan November sebab pendaftaran calon paling lambat satu bulan sebelum tanam sementara deadlinenya atau amprahan dana premi dari pemerintah pusat turun terakhir tanggal 15 Desember 2015 ini.
“Jika terjadi kegagalan, petani akan mendapatkan asuransi sebesar Rp 6 juta per hektar,”tandasnya. Kerusakan 75 persen saja yang ditanggung dan yang menentukan prosentase kerusakan ini ada tim petugas pengamat hama dan penyakit kabupaten dan dari PT Jasindo turun ke lapangan melakukan klarifikasi. [bbn/nod]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026