Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
28 Korban KMP Tunu Pratama Jaya Masih Hilang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali kembali dilanjutkan Jumat (04/07/2025) pagi. Hingga kini, sebanyak 28 orang masih dinyatakan hilang.
Kapal yang tenggelam saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk itu mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru. Dari jumlah tersebut, 31 orang telah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sementara enam korban ditemukan meninggal dunia, termasuk seorang balita.
Koordinator Pos SAR Jembrana, Dewa Hendri Gunawan, mengatakan pencarian sempat dihentikan pada Kamis malam akibat hujan dan kondisi gelap. Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pada Jumat pagi dengan menyisir sepanjang pesisir Jembrana.
“Pencarian difokuskan di sekitar perairan dekat lokasi kejadian. Kami juga membuka tiga posko pencarian di Pelabuhan Gilimanuk untuk mempercepat proses evakuasi dan koordinasi,” ujar Dewa Hendri.
Sementara itu, TNI AL turut melakukan penyisiran laut sejauh 2,5 kilometer dari Pantai Watukebo hingga wilayah Melaya pada Kamis malam.
Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan nelayan setempat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3899 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2997 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2058 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2032 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1817 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun