Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
4 Masalah Kesehatan Akibat Keseringan Makan Ayam Goreng
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ayam goreng tepung telah menjadi salah satu kudapan paling populer. Padahal konsumsi ayam goreng memiliki berbagai konsekuensi untuk kesehatan.
Melansir dari Eat This, berikut beberapa masalah kesehatan yang bisa terjadi akibat terlalu banyak konsumsi ayam goreng, antara lain:
1. Peningkatan Kadar Kolesterol
Ashely Kitchens, MPH, RD, LDN menyatakan bahwa makanan yang digoreng seperti ayam goreng, bisa menyebabkan kadar kolesterol Anda meningkat.
"Saat digoreng, makanan menjadi lebih padat kalori karena bagian luar makanan kehilangan air dan menyerap lemak atau minyak," kata Kitchens.
"Minyak yang digunakan untuk menggoreng makanan mengandung lemak trans yang telah terbukti meningkatkan LDL Anda," imbuhnya.
2. Peningkatan Berat Badan
Ayam goreng sering kali dicelupkan ke dalam adonan atau tepung dan kemudian digoreng sampai terendam minyak goreng, sehingga ayam akan sangat menyerap minyak. Memilih ayam goreng dari makanan berprotein seperti ayam dapat menghasilkan setidaknya 200 kalori ekstra.
3. Peningkatan risiko diabetes tipe 2
Meskipun ada banyak faktor risiko diabetes tipe 2, namun salah satunya adalah kelebihan berat badan. Faktor risiko utama lainnya adalah memiliki kolesterol tinggi, khususnya peningkatan kadar LDL.
Jadi, jika makan ayam goreng secara teratur membuat Anda kelebihan berat badan dan meningkatkan kadar kolesterol, sehingga berisiko terkena diabetes tipe 2.
4. Perubahan Suasana Hati
Sekitar 95 persen dari suplai serotonin atau hormon perasaan senang tubuh diproduksi oleh bakteri usus di saluran gastrointestinal (GI) atau pencernaan. Saluran pencernaan Anda juga dilapisi dengan jutaan sel saraf yang disebut neuron di mana membantu mencerna makanan dan mengatur suasana hati Anda.
Berapa banyak serotonin yang dihasilkan usus Anda sebagian besar didasarkan pada seberapa banyak bakteri baik yang menyusun mikrobioma usus.
Makan gorengan secara teratur dapat menyebabkan lebih banyak bakteri jahat terbentuk daripada bakteri baik yang kemudian dapat menyebabkan lebih banyak peradangan dalam tubuh. Hal ini yang kemudian dapat menghambat produksi serotonin di usus dan kemudian dikomunikasikan dengan otak.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4408 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1828 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1503 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 988 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 924 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun