Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
51 Orang Tewas Imbas Banjir Bandang di Spanyol
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sedikitnya 51 orang tewas akibat banjir bandang yang menyapu Spanyol tenggara, Rabu (30/10).
Wali Kota Valencia, Carlos Mazón, melaporkan sejumlah jenazah telah ditemukan usai tim penyelamat mencapai area yang sebelumnya terputus imbas banjir.
Mazón tak merinci informasi mengenai korban jiwa sebab ia ingin menghormati keluarga para korban.
"Untuk menghormati keluarga, kami tidak akan memberikan rincian lebih lanjut," kata Mazón, seperti dikutip CNN.
Menurut Mazón, jumlah korban jiwa masih bisa meningkat seiring dengan operasi pencarian yang terus dilakukan.
Mazón pun mendesak penduduk di wilayah Valencia dan Castellón untuk menghindari bepergian melalui jalur darat.
Selain Valencia, beberapa lokasi di Spanyol selatan dan timur juga diterjang banjir dengan tinggi muka air sebesar 12 inci hanya dalam beberapa jam.
Menurut Database Cuaca Buruk Eropa, Chiva, wilayah tepat di sebelah timur Valencia, dilaporkan mencatat 320 milimeter hujan dalam waktu empat jam.
Kota Murcia dan Malaga juga dilaporkan diterjang banjir, dengan lebih dari 100 milimeter hujan mengguyur beberapa daerah. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun