Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
6 Ribu Motor Lintasi Selat Bali
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Antrean pemudik yang menggunakan sepeda motor di Pelabuhan Gilimanuk mendekati hari raya Idul Fitri semakin panjang. Jumat (26/9), antrean pemudik bersepeda motor sudah mencapai panjang 700 m dari pintu masuk pelabuhan yang diperkirakan jumlahnya mencapai 6 ribu motor.
Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Ospar Silaban mengatakan antrean sepeda motor itu terjadi karena pemudik yang menggunakan sepeda motor mengalami lonjakan dibanding sehari sebelumnya.
"Kita perkirakan jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang sekitar 6 ribu sedangkan hari sebelumnya hanya 4.900 sepeda motor," ungkapnya
Ospar menduga, para pemudik ini sengaja mendahului melakukan perjalanan pulang kampung mereka sebelum terjebak antrean panjang yang diperkirakan pada H-3 nanti. "Mungkin mereka sengaja mendahului mudik agar tidak terjebak antrean jika mudik pada H-3," ungkapnya.
Antrean panjang pemudik ini juga membuat petugas keamanan cukup sibuk mengatur antrean pemudik tersebut. Sesekali polisi mengingatkan kepada para pemudik untuk tetap bersabar. "Kami berharap semua sabar, jangan saling mendahului," ujar seorang polisi yang bertugas. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2967 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2027 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun