Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
72.800 Kg Sampah Plastik Terangkut Selama "Plastic Exchange"
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Aksi "plastic exchange" di bumi seni Gianyar sudah jadi salah satu solusi pelestarian lingkungan. Terbukti sejak aksi ini dimulai, hingga kini berhasil terangkut 72.800 kilogram sampah plastik.
Masyarakat antusias, karena mendapat alat tukar berupa beras. Kebutuhan pokok ini, tentu dirasakan sangat membantu dalam situasi pandemi Covid-19, ketika roda ekonomi berjalan lamban.
Praktisi lingkungan yang Angota DPR RI I Nyoman Parta, mengapresiasi aksi ini. Bahkan, politisi asal Desa Guwang, Kecamatan Sukawati ini cukup sering terlibat langsung sekaligus menyumbangkan alat tukar, berupa beras maupun benda lain.
Menurut Parta, dalam sekali aksi di satu banjar bisa terkumpul sekitar 1.700 kg sampai 4.000 kg sampah plastik. Artinya, ketika aksi ini membumi maka Bali bersih dari sampah plastik bisa segera terwujud.
"Seperti di Batuyang, sekali aksi bisa dapat 4.000 kg atau 4 ton sampah plastik. Jika ditotal puluhan banjar yang sudah melakukan aksi hingga saat ini, ada lebih dari 72.800 kg yang berhasil terangkut," ungkapnya ditemui di sela "plastic exchange" di Desa Guwang, Minggu (25/10).
Menurut Parta, 'Plastic exchange' ini menjadi kegiatan yang bisa merangkul semuanya. Karena setiap masyarakat memiliki karakter yang beragam.
"Ada yang memang peduli dari hati, ada yang mau peduli agar mendapatkan sesuatu, dan ada yang memang cuek. Dengan adanya plastik exchange ini semua karakter tersebut bisa dirangkul. Jadi yang ikut memungut sampah plastik tidak hanya yang peduli dari hati saja, tetapi yang cuek pun jadi ikut karena mandapat imbalan," ujarnya.
Katanya juga, plastik exchange ini menjadi salah satu cara mencegah sampah plastik agar tidak hanjut kelaut (preventing in to ocean) dan mengotori sawah.
"Bisa dibayangkan bagaimana jika sampah plastik yang 72 ton ini sampai hanyut ke laut, mengapung-apung di tengah laut, kotor laut kita," ujarnya.
Kenapa laut, lanjutnya karena laut menjadi tempat berekrasi, laut tempat mencari makan, selain itu laut juga tempat mendapatkan uang karena pantai menjadi tempat yang paling diminati wisatawan, terakhir laut menurut di Bali, tempat mengambil tirta amerta untuk mensucikan diri.
"Ini harapan kita bersama bukan program milik perorangan," tegasnya.
Sementara untuk kelanjutan plastik exchange ini, Parta mengatakan pemeritah harus hadir, stakeholeder, pengusaha hari ikut berpartisipasi. Karena Bali bersih harapan bersama dan bisa dinikmati semua orang.
"Celah ini membuka peluang untuk semua orang, 'plastik exchange' hanya istilah kegiatan, harapan bersama Bali bersih," ujarnya.
Parta juga berkeyakinan para pengusaha pasti akan ikut ambil program ini.
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1027 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 890 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 815 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 523 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 406 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun