Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 25 September 2026
9 Tari Bali Akan Dipatenkan Jadi Warisan Budaya Dunia
Sabtu, 28 November 2015,
08:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sembilan tarian Bali akan dipatenkan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
Sembilan tarian Bali yang rencananya akan mendapatkan penetapan sebagai Warisan Budaya Dunia tersebut yaitu Tari Legong Kraton, Tari Joged, Tari Barong Ket, Tari Sanghyang, Tari Rejang, Tari Gambuh, Drama Tari Wayang Wong, Topeng Sidakarya, dan Baris Upacara.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha menyatakan banyak keuntungan yang bisa diperoleh jika sembilan tarian itu dipatenkan menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO. Menurutnya, kesembilan tarian itu nantinya akan dipentaskan dalam sidang UNESCO di Namibia, Afrika pada 1-2 Desember mendatang.
"Setelah dipatenkan nanti, jika ada negara lain mengklaim ataupun dipentaskan di negara lain, kita bisa mengajukan banding karena ini merupakan tarian Bali. Selain itu, kita akan mendapatkan keuntungan secara ekonomi dari hasil banding tersebut,” ujar Dewa Beratha di Denpasar, Jumat (27/11/2015).
Nantinya, kata Dewa Beratha, saat sidang penetapan UNESCO yang ditetapkan di Namibia, tiga orang penari secara bersamaan akan menarikan tarian dalam waktu enam menit. Tiga penari itu akan membawakan sembilan tari Bali yang sebelumnya telah dilatih oleh Prof I Wayan Dibia, Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
"Dalam sidang UNESCO itu, delegasi Indonesia akan dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk UNESCO. Serta dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri dan Dirjen Kebudayaan," jelasnya.
Dewa Beratha merasa optimistis tarian Bali yang kerap tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) tersebut akan ditetapkan menjadi Warisan Budaya Dunia dalam sidang UNESCO nanti.
"Peluangnya bahkan 98 persen. Dan berdasarkan hasil rakor dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dijelaskan bahwa sesungguhnya itu sembilan tarian Bali ini sudah masuk list, jadi tinggal ketok palu dan kesepakatan anggota UNESCO," ungkapnya.
Dewa Beratha menuturkan pihaknya tidak ingin kecolongan lagi dengan kasus tari Pendet yang sempet diklaim oleh Malaysia pada tahun 2009 lalu. Kala itu, Tari Pendet oleh negeri jiran itu dijadikan sebagai iklan promosi kunjungan ke Malaysia 'Visit Malaysia Years' sehingga sempat menuai protes berbagai pihak.[bbn/dws]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8352 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5769 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3613 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2442 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026