Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
90 Persen Komunikasi SBY Disadap Australia
jakarta
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Jakarta. Pengamat Intelijen Wawan Purwanto mengatakan, Australia telah menyadap atau mengetahui 90 persen komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurutnya, 90 persen komunikasi Presiden SBY yang disadap oleh Australia adalah bukan termasuk kategori rahasia negara. Sementara, 10 persen rahasia negara sudah diamankan.
"Kebanyakan yang terbongkar itu (komunikasi Presiden SBY disadap) 90 persen dan 10 persen rahasia negara itu masih aman," kata Wawan, kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (18/11/2013) malam.
Namun demikian, menurut Wawan rahasia negara masih dalam kondisi aman. Menurutnya, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) harus segera membentengi informasi yang menyangkut tentang rahasia negara.
"Yang paling penting bagaimana mengamankan informasi rahasia negara. Kalau yang lain saya rasa silahkan saja," tegas Wawan.
Untuk itu, lanjut Wawan, langkah yang akan dilakukan BIN sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya untuk mengamankan rahasia negara. Menurutnya, BIN akan bertindak secara intelijen tanpa konsumsi publik.
"Langkah-langkah intelijen itu dilakukan secara intelijen juga, tapi ini tidak bisa menjadi konsumsi publik. Itu kan namanya intelijen dibawah tanah dan tidak mungkin dibuka, tidak bisa disamakan dengan lembaga publik," jelasnya.
Menurutnya, BIN akan menginformasikan langkah yang telah dilakukan terkait penyadapan AS dan Australia kepada Presiden SBY dan DPR. "BIN akan sampaikan kepada DPR dan presiden, kecuali publik meminta penjelasan kepada presiden dan DPR," kata Wawan.
Sebelumnya, dugaan penyadapan terhadap sejumlah tokoh indonesia oleh intelijen Australia mengemuka setelah kantor media Australia ABC dan harian The Guardian.
Dalam dua media tersebut menyebutkan adanya laporan bahwa Australia menyadap komunikasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan orang-orang dekatnya pada 2009.
Berdasarkan laporan tersebut, selain Presiden SBY, penyadapan juga dilakukan tokoh lain seperti, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Jubir Presiden Dino Patti Djalal (sekarang Dubes RI untuk AS), mantan Menpora Andi Mallarangeng, Hatta Rajasa (saat menjadi Mensesneg), Sri Mulyani (saat menjadi Menteri Keuangan), Widodo AS (saat menjadi Menko Polhukam), dan Sofyan Djalil (saat menjadi Menkominfo). [bbn/inilah]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan