Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
95 Ribu KK di Buleleng Belum Terdata, Pendataan Perlinsos Diperpanjang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kabupaten Buleleng diperpanjang hingga Desember 2026. Perpanjangan dilakukan karena hingga kini baru 174.146 dari total 269.323 kepala keluarga (KK) di Buleleng yang tercatat dalam sistem.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Buleleng, Putu Kariaman Putra mengatakan, pendataan Perlinsos baru mencapai 64,66 persen. Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 95.177 KK atau 35,34 persen yang belum masuk dalam pendataan.
Sesuai arahan pemerintah pusat, waktu pendataan kemudian diperpanjang hingga Desember 2026. Perpanjangan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pendaftaran sekaligus mengajukan sanggah apabila data yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Kami mendorong desa, kelurahan, agen Perlinsos dan SDM PKH untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat, terutama dalam proses pendaftaran dan sanggah. Kalau memang data yang ada tidak sesuai kondisi sebenarnya, silakan dilakukan sanggah," ujar Kariaman, dikonfirmasi Senin (14/9).
Kariaman menjelaskan, seluruh warga yang masuk dalam populasi tetap menjadi sasaran pendataan. Namun, terdapat tiga kelompok yang mendapat perhatian khusus dalam proses tersebut.
Pertama, penerima bantuan yang datanya sudah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kedua, masyarakat yang sebelumnya mengalami pemutusan bantuan dari Kementerian Sosial tetapi merasa masih memenuhi kriteria. Ketiga, warga yang masuk kategori fakir miskin tetapi selama ini belum tersentuh program bantuan sosial.
Baca juga:
Denpasar Kejar 60 Persen Pendataan Perlinsos
Menurut Kariaman, pendataan tersebut saat ini melibatkan 5.050 agen Perlinsos yang tersebar di 148 desa dan kelurahan di Kabupaten Buleleng. Pemkab Buleleng juga menghadapi kendala dalam mendata warga yang sedang berada di luar daerah karena bekerja maupun merantau.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perbekel dan Lurah diminta lebih aktif menyosialisasikan pendataan kepada masyarakat. Warga Buleleng yang sedang berada di luar daerah juga dapat melakukan pendaftaran secara mandiri.
Pelayanan pendataan Perlinsos tetap dibuka setiap hari di sejumlah fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit dan puskesmas.
Mulai Selasa (15/9), sasaran pendataan juga diperluas ke perusahaan dan perbankan yang berada di Kabupaten Buleleng. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak warga yang belum masuk dalam sistem.
"Kami tetap melakukan pelayanan setiap hari di rumah sakit dan puskesmas. Mulai besok kami juga menyasar perusahaan-perusahaan yang ada di Buleleng, termasuk perbankan," tandas Kariaman.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5707 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2542 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan