Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Ada Tukang Pukul Pasar Ikut Jadi Calon Bupati
BERITABALI.COM, TABANAN.
Ketua DPC PDIP Tabanan, Made Sudana menyayangkan ada pihak-pihak tertentu di tubuh DPC PDIP Tabanan yang bermain kotor dalam Pilkada Tabanan 2010.
Permainan kurang sehat bagi iklim demokrasi ini mulai terlihat dari proses pencalonan bupati, dimana sopir dan ‘centeng’ atau tukang pukul pasar diikutkan sebagai calon Bupati Tabanan."Sebelum rakercabus DPC PDIP Tabanan sudah ada gelagat yang kurang baik. Ada yang menginginkan rakercabus berjalan kisruh.
Masak supir dan ‘centeng’ Terminal Pesiapan dijadikan calon bupati?" kata Made Sudana, di depan ratusan kader PDIP di Desa Lalang Linggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Rabu malam (6/1).
Seorang calon Bupati Tabanan, kata Sudana, seharusnya mempunyai ‘track record’ (jejak rekam) yang baik, baik terhadap masyarakat Tabanan, maupun terhadap partai PDIP.
“Saya sangat menyayangkan kawan-kawan kita yang sudah menjadi budak kekuasaan, sudah biasa dibeli oleh penguasa. Nafsu kekuasaan yang tinggi, nafsu kekuasaan yang meledak-ledak, telah menyeret PDIP Tabanan ke dalam kondisi seperti saat ini.
Untuk menyelamatkan Tabanan, mari kita tolak hal-hal seperti ini, yang bisa merusak wajah demokrasi dan citra PDIP,” ujar Sudana.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4685 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2327 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan