Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ahli Kimia: Abu Kelud Berbahaya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ahli kimia ITB Mubiar Purbasamita mengatakan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud berbahaya bagi kesehatan. Jika terhisap dan masuk ke paru-paru, fungsi pernapasan bisa tak berfungsi. "Itu (abu vulkanik) mengandung parika silika, kalau masuk ke dalam sistem pernapasan terutama paru-paru itu berbahaya karena tidak keluar lagi," ujar Mubiar seperti dikutip PRFM, Jumat (14/2/2014).
Untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam paru-paru, Mubiar mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah maupun berkendara. Penggunaan masker dapat menjadi salah satu alat pencegah masuknya abu vulkanik ke dalam paru-paru. "Cara yang terbaik menghindari pengisapan itu dengan menggunakan masker," ujarnya .
Selain berbahaya untuk kesehatan manusia, abu vulkanik yang menempel di benda khususnya besi dan bahan-bahan lainnya yang terbuat dari alumunium dapat menimbulkan benda tersebut menjadi karat. Abu dari letusan Gunung Kelud sampai ke lima kecamatan di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/2/2014) siang.
Lima kecamatan itu, yakni Nagreg, Cikancung, Kertasari, Pangalengan, dan Ibun. Warga mengeluh matanya sakit karena abu putih tertiup angin.
"Sejak tadi pagi, warga dari lima kecamatan ini, banyak yang menelepon saya. Mereka mengabarkan kalau di daerahnya banyak abu tipis," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Marlan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5856 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan