Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Ahli Kimia: Abu Kelud Berbahaya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ahli kimia ITB Mubiar Purbasamita mengatakan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud berbahaya bagi kesehatan. Jika terhisap dan masuk ke paru-paru, fungsi pernapasan bisa tak berfungsi. "Itu (abu vulkanik) mengandung parika silika, kalau masuk ke dalam sistem pernapasan terutama paru-paru itu berbahaya karena tidak keluar lagi," ujar Mubiar seperti dikutip PRFM, Jumat (14/2/2014).
Untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam paru-paru, Mubiar mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah maupun berkendara. Penggunaan masker dapat menjadi salah satu alat pencegah masuknya abu vulkanik ke dalam paru-paru. "Cara yang terbaik menghindari pengisapan itu dengan menggunakan masker," ujarnya .
Selain berbahaya untuk kesehatan manusia, abu vulkanik yang menempel di benda khususnya besi dan bahan-bahan lainnya yang terbuat dari alumunium dapat menimbulkan benda tersebut menjadi karat. Abu dari letusan Gunung Kelud sampai ke lima kecamatan di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/2/2014) siang.
Lima kecamatan itu, yakni Nagreg, Cikancung, Kertasari, Pangalengan, dan Ibun. Warga mengeluh matanya sakit karena abu putih tertiup angin.
"Sejak tadi pagi, warga dari lima kecamatan ini, banyak yang menelepon saya. Mereka mengabarkan kalau di daerahnya banyak abu tipis," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Marlan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 732 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 667 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 488 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 470 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik