Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Air Minum Desa Tercemar Zat Kimia
Baktiseraga
BERITABALI.COM, BULELENG.
Warga Desa Baktiseraga, terutama Dusun Galiran, Seraya dan Tista, Jumat (1/2) pagi tidak bisa menikmati fasilitas air minum milik desa setempat. Pasalnya, air yang distribusikan dari bak penampungan yang terletak di Dusun Bangah, Desa Panji telah tercemar zat kimia yang jenisnya belum diketahui.
Kepala Dusun Galiran, Desa Baktiseraga, Gede Riasa mengungkapkan, awalnya warga mengetahui air minum yang dikelola desa tersebut tercemar ketika warga membuka kran air yang mengeluarkan bau tidak sedap. Informasi tersebut diteruskan dan diumumkan kepada warga setempat, termasuk melakukan koordinasi dengan Kepala Dusun Seraya dan Tista.
“Air memiliki bau tidak sedap seperti endrin (racun pestisida, red). Warga pun resah, dan kelian desa adat segera memperingatkan para warga untuk tidak mengkonsumsi atau menggunakan air dari kran,” ungkap Riasa.
Menyikapi keluhan warga, Ketua Pengelola Air Minum Desa Baktiseraga, Made Darmayasa mengaku telah melakukan pengecekan ke bak penampungan di Dusun Bangah, Desa Panji dengan berkoordinasi dengan jajaran terkait.
“Dari pengecekan, bak penampungan sudah dalam keadaan terkunci, baik itu pagar maupun tutup baknya. Saya tidak tahu kenapa bisa begini. Dan dari baunya, air seperti tercampur semacam zat kimia. Baunya mirip poradan (pestisida, red),” papar Darmayasa.
Memastikan air yang berada di bak penampungan tercampur dengan bahan kimia, pihak pengelola air minum Desa Baktiseraga mendatangkan Tim dari PDAM Buleleng,
“Dari kondisi secara kasat mata dan bau yang dikeluarkan, air di dalam bak penampungan tidak layak untuk dikonsumsi, sehingga kita ambil sample untuk diteliti di laboratorium,” ungkap petugas dari PDAM Buleleng.
Sementara, untuk menghindari air minum tersebut dikonsumsi warga, pihak pengelola Air Minum Desa Baktiseraga langsung membersihkan bak penampungan dengan menguras dan membuang air yang diduga telah tercampur dengan zat Kimia tersebut. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan