Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Ajaib, Pelinggih Ini Tetap Kokoh Meski Diterjang Banjir di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ada fenomena menarik di balik peristiwa banjir bandang yang mengalir di sungai (tukad) Taksu di Banjar Dinas Nangka, Desa Bhuanagiri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem beberapa hari yang lalu.
Dimana, terdapat sebuah bangunan pelinggih berbentuk Padma yang berdiri tepat di tengah-tengah alur Tukad Taksu yang kini tetap berdiri kokoh meski diterjang banjir besar beberapa hari yang lalu.
Jika dilihat dari suasana di sekitar pelinggih tersebut, jejak derasnya aliran banjir yang mengalir masih sangat jelas terlihat. Rasanya, dengan melihat posisi pelinggih yang berada di tengah-tengah sungai, sangat kecil kemungkinan akan tetap berdiri kokoh seperti semula.
Ajaibnya, selain tetap berdiri kokoh, kain poleng yang melingkari bangunan pelinggih serta pajeng (payung) yang terpasang di sampingnya juga nampak masih utuh pada posisi semulanya.
Menurut warga setempat, I Wayan Sudarma, fenomena itu bukan yang pertama kali terjadi. Pelinggih tersebut juga tetap kokoh bahkan terjadi sejak banjir lahar hujan saat erupsi gunung agung lalu.
"Karena sulit dipahami, kami meyakini itu karena kehendak beliau dan juga karena terletak tidak jauh dari Pura Penataran Agung Nangka," ujar Sudarma.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4395 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1698 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1490 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 978 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 912 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun