Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Akhir Polemik Pengerukan Subak Tegal Tugu Gianyar dengan Wayan Setiawan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Polemik pengerukan lahan di kawasan subak Desa Tegal Tugu, Kecamatan Gianyar, akhirnya menemukan titik terang setelah digelar pertemuan antara pemerintah desa pada Kamis (4/12/2025), tokoh masyarakat, dan konten kreator Wayan Setiawan yang sebelumnya menyoroti aktivitas tersebut.
Pertemuan berlangsung di Kantor Desa Tegal Tugu dengan menghadirkan Perbekel Ketut Putrayasa, Bendesa Adat, para tokoh masyarakat, serta aparat keamanan desa. Suasana dialog berjalan hangat dan kondusif, menyusul viralnya video yang diunggah Wayan Setiawan terkait aktivitas pengerukan yang melibatkan keluar-masuk truk tanah di lokasi.
Usai pertemuan, Perbekel Tegal Tugu, Ketut Putrayasa menegaskan bahwa persoalan tersebut sudah menemukan penyelesaian.
“Nggih sudah selesai,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak memiliki kewenangan menerbitkan izin terkait pengerukan atau pengurugan lahan.
“Tyang cuma klarifikasi bahwa di desa tidak ada kewenangan untuk mengeluarkan izin apapun termasuk tanah uruk itu. Dan penataan lahan nike atas kemauan pemilik lahan itu sendiri. Karena warga kami membuat surat pernyataan ke desa untuk penataan lahannya setelah semua tanda tangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Putrayasa mengatakan bahwa seluruh pihak yang bersinggungan dengan lahan tersebut telah menyetujui proses penataan sejak awal.
“Penyanding di sebelah tanahnya dan pekaseh sudah tanda tangan. Baru tyang tanda tangan mengetahui. Nike manten (saja) yang tiang bicarakan tadi,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, penataan lahan tersebut telah berlangsung sejak 2024. Lahan yang tergolong tinggi itu tidak memperoleh aliran air subak sehingga pemilik lahan memutuskan melakukan pengerukan dalam volume besar agar setara dengan lahan di sekitarnya.
Aktivitas tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah Wayan Setiawan, konten kreator asal Badung, mendatangi lokasi dan mendokumentasikan suasana di mana truk-truk pengangkut tanah terlihat hilir mudik.
Dengan adanya pertemuan dan klarifikasi resmi dari pihak desa, polemik yang sempat memanas di ruang publik ini pun berangsur mereda.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan