Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Anggaran Minim, Dewan Rebutan Proyek
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Anggaran Minim Dewan Rebutan ProyekRupanya Dinas Pekerjaan Umum dan Lingkungan Hidup (PULH) masih menjadi primadona dalam pembahasan Ranperda APBD Jembrana 2009. Kendatipun anggaran PULH melorot hampir 50 persen dari anggaran 2008, namun anggota dewan berlomba-lomba mengusulkan proyek di wilayah kediaman mereka masing-masing. Usulan proyek yang disertai dengan berbagai alasan pembenar tersebut disinyalir sebagai ajang pembuktian kepada konstituen masing-masing, apalagi beberapa diantara anggota dewan yang mengusulkan proyek tersebut ada yang menjadi caleg.
Hal tersebut terpantau dalam rapat kerja (raker) antara legislatif dan eksekutif yang saat membahas Ranperda APBD 2009 untuk SKPD Dinas PULH, Selasa (13/1). Sejumlah anggota dewan tampak saling ngotot berebut proyek lantaran keinginan mereka tidak tercantum dalam rancangan yang telah disusun.
Anggota dewan Nyoman Sudarma asal Desa Penyaringan, Mendoyo mengusulkan perbaikan jalan di wilayah Desa Penyaringan, mengingat jalan yang sangat rusak parah tersebut telah diusulkannya sejak tahun 2007 lalu. "Kalau perlu jalan tersebut di aspal hotmix," tandasnya.
Hal serupa juga dilontarkan anggota dewan seperti Kadek Suardana, Nengah Dana, H Tafsil, IB Arnawa, Komang Yudi Wartono maupun Gede Sudendra. "Jalan di Dusun Mundukwaru, Dauh Waru bukan rusak lagi tapi benyah latig (rusak parah-red). Saya usulkan dalam APBD ini bisa dianggarkan," ujar Sudendra, legislator yang bertempat tinggal di Dauh Waru.
Rebutan proyek perbaikan jalan ini sampai mengorbankan proyek trotoar di Mendoyo dan Melaya yang telah dianggarkan. Menurut mereka pengerjaan trotoar di Mendoyo dan Melaya, dipandang masih belum penting mengingat beberapa jalan di desa/kelurahan di Kecamatan Negara masih belum ada trotoarnya padahal Kecamatan Negara sebagai Kota Kabupaten Jembrana.
Atas sejumlah usulan anggota dewan, Kadis PULH, Ketut Suwijana mengatakan usulan perbaikan jalan seperti yang telah dicantumkan dalam rancangan APBD 2009 ini, sebelumnya telah dirumuskan dalam Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Namun untuk mengakomodasi sejumlah usulan anggota dewan tersebut, Swijana sepakat untuk melakukan pergeseran. Suwijana pun menyetujui adanya skala prioritas terhadap jalan di desa maupun di kota agar dihotmix.
"Sepanjang dana mencukupi, kami akan berupaya memenuhinya. Namun karena dana yang ada terbatas sementara keinginannya banyak, sehingga dewan mengusulkan solusi berupa pergeseran lokasi proyek atau menggunakan SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran), " terang Suwijana.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2084 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2045 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1823 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun