Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Antrean di Gilimanuk Sampai 3 Km
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Puluhan ribu kendaraan kendaraan tumpah ruah di sekitar Pelabuhan Gilimanuk dan jalan raya menuju pelabuhan. Lautan kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, bus AKAP dan kendaraan barang membuat antrean panjang tidak bisa dielakkan.
Dari pantuan beritabali.com, aliran sepeda motor dan mobil pribadi dimulai dari sore dan semakin lama jumlahnya semakin banyak ditambah lagi datangnya bus AKAP dan kendaraan barang. Hal ini mengakibatkan secara perlahan parkir pelabuhan dan parkir manuver mulai kepenuhan.
Antrean panjang tidak dapat dielakkan lagi, bahkan ekor antrean sampai di Gelung Kori yang letaknya 3 km dari Pelabuhan Gilimanuk, kendatipun kendaraan roda 4 tersebut telah dijejer tiga, mobil pribadi, bus AKAP dan kendaraan barang. Rata-rata satu mobil harus ngantre selama 7 - 8 jam untuk bisa menyeberang.
"Saya sudah 7 jam terjebak antrean, belum juga menyeberang," ujar Fikri, pemudik tujuan Yogyakarta. Hal senada juga dialami Hasan, pemudik tujuan Jakarta. Dirinya sudah 8 jam terjebak antrean dan belum juga mendapat giliran masuk kapal. "Kalau tidak terjebak antrean mungkin kami sudah hampir sampai di Jakarta, namun mau bagaimana lagi,"ujarnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2967 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2027 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun