Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Antrean Membludak, Calo Gentayangan
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Membludaknya antrean pemudik bersepeda motor dimanfaatkan oleh oknum warga untuk menjadi calo penyeberangan. Pemudik yang kelelahan dan kehabisan kesabaran untuk mengantre menjadi sasaran empuk oknum calo tersebut.
Kepada pemudik itu, oknum calo itu menyampaikan kalau dirinya bisa membantu memasukkan mereka sampai ke mulut dermaga dengan uang jasa sebesar Rp.75 ribu per motor.
Seorang wartawan koran lokal, Minggu (28/9), sempat memergoki seorang oknum yang diduga calo penyeberangan sedang bernegoisasi dengan 2 orang pemudik bersepeda motor.
Setelah sepakat dengan tarif Rp.75 ribu per motor, oknum calo tersebut berpura-pura mengakui pemudik tersebut sebagai keluarganya. Kemudian dengan dengan menggunakan salah satu sepeda motor pemudik itu, oknum tersebut membawa mereka langsung masuk pelabuhan melalui jalur masuk truk ke dermaga LCM.
Sementara itu, Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana, memprediksi penumpang yang menyeberang sekitar 51 ribu orang, sepeda motor 26 ribu 30 ribu dan mobil mencapai 5 ribu.
"Kami sudah mengusulkan kepada ASDP untuk memperbanyak jatah sepeda motor yang diseberangkan," ungkapnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2967 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2027 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun