Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Antrean Membludak, Calo Gentayangan
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Membludaknya antrean pemudik bersepeda motor dimanfaatkan oleh oknum warga untuk menjadi calo penyeberangan. Pemudik yang kelelahan dan kehabisan kesabaran untuk mengantre menjadi sasaran empuk oknum calo tersebut.
Kepada pemudik itu, oknum calo itu menyampaikan kalau dirinya bisa membantu memasukkan mereka sampai ke mulut dermaga dengan uang jasa sebesar Rp.75 ribu per motor.
Seorang wartawan koran lokal, Minggu (28/9), sempat memergoki seorang oknum yang diduga calo penyeberangan sedang bernegoisasi dengan 2 orang pemudik bersepeda motor.
Setelah sepakat dengan tarif Rp.75 ribu per motor, oknum calo tersebut berpura-pura mengakui pemudik tersebut sebagai keluarganya. Kemudian dengan dengan menggunakan salah satu sepeda motor pemudik itu, oknum tersebut membawa mereka langsung masuk pelabuhan melalui jalur masuk truk ke dermaga LCM.
Sementara itu, Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana, memprediksi penumpang yang menyeberang sekitar 51 ribu orang, sepeda motor 26 ribu 30 ribu dan mobil mencapai 5 ribu.
"Kami sudah mengusulkan kepada ASDP untuk memperbanyak jatah sepeda motor yang diseberangkan," ungkapnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5847 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan