Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
APBD Perubahan Badung 2026 Disepakati, Infrastruktur Jadi Fokus
BERITABALI.COM, BADUNG.
DPRD Kabupaten Badung bersama Pemerintah Kabupaten Badung mengambil keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat paripurna di Ruang Gosana Utama, Sekretariat DPRD Badung, Mangupura, Jumat (18/9/2026).
Rapat paripurna tersebut dirangkai dengan penandatanganan berita acara nota kesepakatan serta penyampaian sambutan Bupati Badung terhadap Raperda Perubahan APBD 2026.
Baca juga:
APBD Perubahan Badung 2026 Disetujui, DPRD Badung Minta Atensi Soal Infrastruktur dan Kebakaran
Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, mengatakan pengambilan keputusan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam pembahasan APBD Perubahan antara DPRD dan Bupati Badung.
Ia menyebut kesepakatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pelaksanaan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019.
"Rapat Paripurna dalam rangka pengambilan keputusan antara Bupati dengan DPRD. Hal ini sudah tertuang dalam PP 12/2019," jelasnya seusai rapat.
Pembahasan APBD Perubahan Dilakukan Maraton
Anom Gumanti mengapresiasi Bupati Badung beserta jajaran karena proses pembahasan hingga tercapainya kesepakatan dapat dilakukan sesuai tahapan dan waktu yang telah ditentukan.
"Jadi saya berterima kasih dan sekaligus memberikan apresiasi kepada Pak Bupati beserta jajarannya karena sesuai dengan aturan bahwa di bulan September ini harus sudah ada kesepakatan bersama. Jadi harus ada pengambilan keputusan penetapan APBD Perubahan 2026," jelasnya.
Ia juga mengapresiasi jajaran DPRD Badung yang melakukan pembahasan secara simultan dan maraton hingga Raperda Perubahan APBD 2026 dapat diputuskan melalui rapat paripurna.
Infrastruktur Dapat Porsi 59,23 Persen
Dalam APBD Perubahan Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, sektor infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama. Porsi anggaran untuk pembangunan infrastruktur disebut mencapai 59,23 persen.
"Seperti dijelaskan bahwa konteks pembangunan yang menjadi prioritas adalah di infrastruktur sampai 59,23 persen. Ini sangat luar biasa," terangnya.
Anom Gumanti berharap besarnya perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dapat direalisasikan sesuai dengan rencana. Terlebih, sejumlah program berkaitan dengan proses pembebasan lahan yang membutuhkan tahapan dan kesiapan di lapangan.
"Mudah-mudahan ini bisa berjalan sesuai dengan harapan kita bersama karena ini sebagian besar adalah pembebasan-pembebasan, mudah-mudahan tidak ada kendala," ucapnya.
Ia berharap proses pembebasan lahan dapat dituntaskan pada 2027 sehingga pembangunan fisik sejumlah infrastruktur, termasuk jalan, dapat segera dilanjutkan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap diharapkan dapat memberikan dampak terhadap persoalan kemacetan di wilayah Badung.
"Astungkara ini bisa dilakukan 2027 sehingga sudah kita akan melangkah pada tahap pembangunan jalan. Astungkara 2028 mudah-mudahan secara perlahan kondisi-kondisi macet di Badung ini bisa diatasi," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: DPRD Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan