Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
AS dan NATO Bakal Retas Pilpres Rusia 2018
Rabu, 7 Juni 2017,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Moskow. Senator Konstantin Kosachev dari Rusia mengungkapkan bahwa AS dan sekutunya NATO tengah bersiap-siap hendak mempengaruhi jalannya pemilihan presiden Rusia tahun depan.
Majalah Newsweek mengabarkan, hal itu diutarakan Senator Konstantin Selasa (6/6/2017). "Tidak diragukan lagi, AS dan NATO tengah mempersiapkan diri untuk mempengaruhi pemilu presiden bulan Maret 2018 nanti," kata Senator Konstantin Ketua komisi urusan luar negeri Parlemen Rusia, kepada kantor berita resmi Rusia, Ria Novosti.
[pilihan-redaksi]
Dalam penjelasannya itu, Konstantin menjelaskan lagi "Upaya campur tangan secara sistematis mulai diaktifkan kembali dalam setiap siklus pemilihan," katanya tanpa merinci lebih jauh. Selanjutnya, Konstantin mengaku pihaknya tidak ragu lagi, "Menjelang pemilihan presiden Rusia itu, kita akan mengalami upaya yang sangat aktif yang dilakukan AS dan NATO, sehingga bakal berdampak bagi kampanye para calon presiden," ujarnya menambahkan.
Para anggota parlemen dan pejabat Rusia mulai melemparkan isu campur tangan asing dalam Pilpres Rusia. Hal itu diutarakan setelah 17 badan intelijen AS menuduh para pembobol internet Rusia meretas kubu Partai Demokrat dalam Pilpres 2016 silam.
Selama kurun wanti 17 tahun lalu, semua anggota parlemen dan warga Rusia mendukung kepemimpinan Presiden Vladimir Putin. Sehingga bekas Direktur Intelijen KGB itu terpilih selama tiga kali masa tugasnya. Tidak satu suara pun memenuhi kriteria pemilihan umum internasional, yang menuntut agar pemilihan umum berlangsung jujur dan adil.
Para anggota majelis rendah Rusia baru-baru ini menuntut agar media asing yang meliput Pemilu Rusia, untuk diinvestigasi karena dituduh mencampuri hasil Pilpres Rusia.
Pekan lalu dalam wawancara dengan NBC News, Presiden Vladimir Putin membantah tuduhan yang mengatakan Rusia mencoba mempengaruhi jalannya Pilpres AS 2016.
"Coba letakkan telunjuk anda ke peta dunia ini. Di mana saja. Anda akan mendengar keluhan dari warga dunia bahwa AS melakukan campur tangan dalam proses pemilihan umum," kata Vladimir Putin kepada Megyn Kelly, pewawancara dari NBC yang pernah membakar telinga Presiden Donald Trump dengan pertanyaannya yang tajam saat menjadi moderator dalam debat pilpres 2016. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4685 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2326 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026