Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 31 Juli 2026
AS dan NATO Bakal Retas Pilpres Rusia 2018
Rabu, 7 Juni 2017,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Moskow. Senator Konstantin Kosachev dari Rusia mengungkapkan bahwa AS dan sekutunya NATO tengah bersiap-siap hendak mempengaruhi jalannya pemilihan presiden Rusia tahun depan.
Majalah Newsweek mengabarkan, hal itu diutarakan Senator Konstantin Selasa (6/6/2017). "Tidak diragukan lagi, AS dan NATO tengah mempersiapkan diri untuk mempengaruhi pemilu presiden bulan Maret 2018 nanti," kata Senator Konstantin Ketua komisi urusan luar negeri Parlemen Rusia, kepada kantor berita resmi Rusia, Ria Novosti.
[pilihan-redaksi]
Dalam penjelasannya itu, Konstantin menjelaskan lagi "Upaya campur tangan secara sistematis mulai diaktifkan kembali dalam setiap siklus pemilihan," katanya tanpa merinci lebih jauh. Selanjutnya, Konstantin mengaku pihaknya tidak ragu lagi, "Menjelang pemilihan presiden Rusia itu, kita akan mengalami upaya yang sangat aktif yang dilakukan AS dan NATO, sehingga bakal berdampak bagi kampanye para calon presiden," ujarnya menambahkan.
Para anggota parlemen dan pejabat Rusia mulai melemparkan isu campur tangan asing dalam Pilpres Rusia. Hal itu diutarakan setelah 17 badan intelijen AS menuduh para pembobol internet Rusia meretas kubu Partai Demokrat dalam Pilpres 2016 silam.
Selama kurun wanti 17 tahun lalu, semua anggota parlemen dan warga Rusia mendukung kepemimpinan Presiden Vladimir Putin. Sehingga bekas Direktur Intelijen KGB itu terpilih selama tiga kali masa tugasnya. Tidak satu suara pun memenuhi kriteria pemilihan umum internasional, yang menuntut agar pemilihan umum berlangsung jujur dan adil.
Para anggota majelis rendah Rusia baru-baru ini menuntut agar media asing yang meliput Pemilu Rusia, untuk diinvestigasi karena dituduh mencampuri hasil Pilpres Rusia.
Pekan lalu dalam wawancara dengan NBC News, Presiden Vladimir Putin membantah tuduhan yang mengatakan Rusia mencoba mempengaruhi jalannya Pilpres AS 2016.
"Coba letakkan telunjuk anda ke peta dunia ini. Di mana saja. Anda akan mendengar keluhan dari warga dunia bahwa AS melakukan campur tangan dalam proses pemilihan umum," kata Vladimir Putin kepada Megyn Kelly, pewawancara dari NBC yang pernah membakar telinga Presiden Donald Trump dengan pertanyaannya yang tajam saat menjadi moderator dalam debat pilpres 2016. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2048 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1824 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026