Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
AS Mulai Bosan Ukraina Terus Minta Dikirim Bantuan Senjata
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat disebut mulai "bosan" lantaran Ukraina terus-menerus menuntut pengiriman senjata untuk melawan invasi Rusia.
Mantan asisten khusus untuk kebijakan dan komunikasi di Pentagon, Douglas MacKinnon, mengatakan AS bosan dengan permintaan yang terus dibuat oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Dalam sebuah artikel opini, MacKinnon mengutip sumber yang mengungkapkan bahwa Presiden AS Joe Biden sempat "mengecam" Zelensky pada Juni 2022 lalu.
Biden disebut mengatakan kepada Zelensky bahwa Kyiv seharusnya lebih menunjukkan rasa terima kasih atas miliaran bantuan yang diterima dari AS melalui rakyat Amerika.
Dilansir Sputniknews, ketika ditanya mengenai bantuan AS ke Ukraina, seorang mantan pejabat tinggi Pentagon mengatakan kepada MacKinnon bahwa dukungan Barat bukan berarti tidak terbatas.
"Zelensky bertingkah seperti anak manja dan pemarah yang mendapatkan semua yang dia inginkan dan itu masih belum cukup," kata MacKinnon.
Dia menambahkan, "Banyak pihak di pemerintah AS dan banyak warga negara kita mulai bosan dengan tindakannya."
Menurut MacKinnon, semakin banyak orang Amerika yang tak lagi mendukung bantuan AS yang berkelanjutan ke Kyiv. Dia menduga tren ini kemungkinan akan terus berlanjut, karena banyak warga AS yang lebih memikirkan konsekuensi dari perang.
Awal pekan ini, media melaporkan rencana Washington mengumumkan paket baru bantuan militer untuk Ukraina senilai hingga US$400 juta (setara Rp9 triliun).
Paket bantuan militer terbaru ini mencakup amunisi artileri, rudal pertahanan udara, dan kendaraan darat untuk serangan balasan Ukraina ke Rusia.
Sebelumnya, keluhan juga datang dari pemerintah Inggris yang kesal dengan permintaan dari Kyiv.
Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, menegaskan bahwa Inggris dan sekutu Ukraina lainnya bukan lah "Amazon".
"Ukraina harus membujuk anggota parlemen Amerika Serikat dan politikus-politikus negara sekutu lainnya bahwa itu (mengirim pasokan senjata ke Ukraina) sepadan. Suka atau tidak suka, orang ingin melihat rasa terima kasih," kata Wallace di Vilnius, Lithuania, pada Rabu (12/7).
"Anda tahu, kami bukan Amazon," papar Wallace mengacu pada perusahaan market place raksasa Amerika.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4409 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1834 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1503 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 989 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 924 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun