Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Bali Harus Evaluasi Pengembangan Pariwisata Massal
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali merekomendasikan kepada pemerintah provinsi Bali untuk mengevaluasi pengembangan pariwisata masal. Sebab konsep pariwisata masal yang dikembangkan selama ini hanya selalu berpatokan pada peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung dan bukan pada kualitas wisatawan.
Anggota Dewan Penasehat GIPI Bali Ida Bagus Sidartha Putra dalam keteranganya di Renon mengatakan pengembangan konsep pariwisata masal selama ini hanya menyebabkan Bali menjadi destinasi murah. Apalagi pengembangan pariwisata masal selama ini tidak memperhitungan daya dukung dan daya tamping Bali sebagai pulau yang kecil.
“bagi saya ingat, Bali ini pulau, berapa kapasitas Bali ini untuk menerima orang , kan harus dikembalikan ke deman-suplly, rumah anda itu Cuma 4 kamar, sekarang kalau datangkan banyak tamu, apa nyaman dan kendala terbesar kita adalah mass tourism yang ditargetkan oleh pemerintah hanya jumlah kunjungan bukan kualitas,” ujar Ida Bagus Sidartha Putra.
Ida Bagus Sidartha Putra menyampaikan sudah saatnya Bali mengembangkan pariwisata berkulitas sehingga pariwisata Bali menjadi pariwisara berkelas. Seperti dengan pengembangan paket wisata spiritual dan paket wisata lainnya yang sesuai dengan konsep budaya Bali.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8194 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5686 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3552 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2403 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan