Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 25 Oktober 2026
Baliho "Berkumis" Jadi Polemik
Negara
Rabu, 4 Juni 2008,
20:18 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jembrana memang sudah hampir bersih dari baliho bergambar calon gubernur, namun kehadiran baliho berjuang untuk kurangi kemiskinan (berkumis) di beberapa tempat strategis di Jembrana menimbulkan polemik.
Dalam rapat antara panwas dengan masing-masing tim sukses pasangan calon beberapa waktu lalu memang disepakati semua atribut, baliho, spanduk kreatif yang mengandung multitafsir dan berkonotasi terhadap salah satu calon dilarang untuk dipasang.
Tentang baliho berkumis, ketika dikonfirmasi kepada Ketut Subanda, Ketua Tim Kampanye Pasangan I Gede Winasa-IGB Alit Putra (Win-Ap) menolak jika baliho berkumis itu milik mereka. “Itu kan billboard komersial, silahkan tanyakan ke dinas terkait yang mengeluarkan ijin,†ujar Subanda yang juga anggota dewan dari Partai Demokrat.
Sedangkan Putu Kama salah seorang relawan Win-Ap mengatakan tidak ada dasarnya mengatakan kalau baliho berkumis itu sebagai sebuah bentuk kampanye karena tidak mengandung unsur gambar kandidat dan nomor urut. “Kalau yang seperti itu dikatakan kampanye, nanti setiap ada billboard warna merah atau kuning minta diturunkan dong,â€ujar Putu Kama.
Sedangkan pihak Panwas sudah mengirimkan surat resmi ke Dinas Inyahud yang menangani perijinan billboard tersebut.
Ketua Panwas Pilgub Kabupaten Jembrana, Ni Putu Witari mengatakan, selain minta kejelasan ke dinas Inyahud, pihaknya akan segera membuat polling kepada masyarakat Jembrana terkait baliho berkumis tersebut layak diturunkan atau tidak.
"Demi keadilan kita akan melakukan polling agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat,†ujar Witari (eps)
Dalam rapat antara panwas dengan masing-masing tim sukses pasangan calon beberapa waktu lalu memang disepakati semua atribut, baliho, spanduk kreatif yang mengandung multitafsir dan berkonotasi terhadap salah satu calon dilarang untuk dipasang.
Tentang baliho berkumis, ketika dikonfirmasi kepada Ketut Subanda, Ketua Tim Kampanye Pasangan I Gede Winasa-IGB Alit Putra (Win-Ap) menolak jika baliho berkumis itu milik mereka. “Itu kan billboard komersial, silahkan tanyakan ke dinas terkait yang mengeluarkan ijin,†ujar Subanda yang juga anggota dewan dari Partai Demokrat.
Sedangkan Putu Kama salah seorang relawan Win-Ap mengatakan tidak ada dasarnya mengatakan kalau baliho berkumis itu sebagai sebuah bentuk kampanye karena tidak mengandung unsur gambar kandidat dan nomor urut. “Kalau yang seperti itu dikatakan kampanye, nanti setiap ada billboard warna merah atau kuning minta diturunkan dong,â€ujar Putu Kama.
Sedangkan pihak Panwas sudah mengirimkan surat resmi ke Dinas Inyahud yang menangani perijinan billboard tersebut.
Ketua Panwas Pilgub Kabupaten Jembrana, Ni Putu Witari mengatakan, selain minta kejelasan ke dinas Inyahud, pihaknya akan segera membuat polling kepada masyarakat Jembrana terkait baliho berkumis tersebut layak diturunkan atau tidak.
"Demi keadilan kita akan melakukan polling agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat,†ujar Witari (eps)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5729 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026