Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 10 Mei 2026
Baliho "Berkumis" Jadi Polemik
Negara
Rabu, 4 Juni 2008,
20:18 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jembrana memang sudah hampir bersih dari baliho bergambar calon gubernur, namun kehadiran baliho berjuang untuk kurangi kemiskinan (berkumis) di beberapa tempat strategis di Jembrana menimbulkan polemik.
Dalam rapat antara panwas dengan masing-masing tim sukses pasangan calon beberapa waktu lalu memang disepakati semua atribut, baliho, spanduk kreatif yang mengandung multitafsir dan berkonotasi terhadap salah satu calon dilarang untuk dipasang.
Tentang baliho berkumis, ketika dikonfirmasi kepada Ketut Subanda, Ketua Tim Kampanye Pasangan I Gede Winasa-IGB Alit Putra (Win-Ap) menolak jika baliho berkumis itu milik mereka. “Itu kan billboard komersial, silahkan tanyakan ke dinas terkait yang mengeluarkan ijin,†ujar Subanda yang juga anggota dewan dari Partai Demokrat.
Sedangkan Putu Kama salah seorang relawan Win-Ap mengatakan tidak ada dasarnya mengatakan kalau baliho berkumis itu sebagai sebuah bentuk kampanye karena tidak mengandung unsur gambar kandidat dan nomor urut. “Kalau yang seperti itu dikatakan kampanye, nanti setiap ada billboard warna merah atau kuning minta diturunkan dong,â€ujar Putu Kama.
Sedangkan pihak Panwas sudah mengirimkan surat resmi ke Dinas Inyahud yang menangani perijinan billboard tersebut.
Ketua Panwas Pilgub Kabupaten Jembrana, Ni Putu Witari mengatakan, selain minta kejelasan ke dinas Inyahud, pihaknya akan segera membuat polling kepada masyarakat Jembrana terkait baliho berkumis tersebut layak diturunkan atau tidak.
"Demi keadilan kita akan melakukan polling agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat,†ujar Witari (eps)
Dalam rapat antara panwas dengan masing-masing tim sukses pasangan calon beberapa waktu lalu memang disepakati semua atribut, baliho, spanduk kreatif yang mengandung multitafsir dan berkonotasi terhadap salah satu calon dilarang untuk dipasang.
Tentang baliho berkumis, ketika dikonfirmasi kepada Ketut Subanda, Ketua Tim Kampanye Pasangan I Gede Winasa-IGB Alit Putra (Win-Ap) menolak jika baliho berkumis itu milik mereka. “Itu kan billboard komersial, silahkan tanyakan ke dinas terkait yang mengeluarkan ijin,†ujar Subanda yang juga anggota dewan dari Partai Demokrat.
Sedangkan Putu Kama salah seorang relawan Win-Ap mengatakan tidak ada dasarnya mengatakan kalau baliho berkumis itu sebagai sebuah bentuk kampanye karena tidak mengandung unsur gambar kandidat dan nomor urut. “Kalau yang seperti itu dikatakan kampanye, nanti setiap ada billboard warna merah atau kuning minta diturunkan dong,â€ujar Putu Kama.
Sedangkan pihak Panwas sudah mengirimkan surat resmi ke Dinas Inyahud yang menangani perijinan billboard tersebut.
Ketua Panwas Pilgub Kabupaten Jembrana, Ni Putu Witari mengatakan, selain minta kejelasan ke dinas Inyahud, pihaknya akan segera membuat polling kepada masyarakat Jembrana terkait baliho berkumis tersebut layak diturunkan atau tidak.
"Demi keadilan kita akan melakukan polling agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat,†ujar Witari (eps)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 945 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 776 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 595 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 554 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026