Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Bandara Ngurah Rai Mati Listrik, Belasan Pesawat Delay
BERITABALI.COM, BADUNG.
Padamnya listrik di Bandara Ngurah Rai Bali membuat sejumlah penerbangan di bandara internasional itu terganggu. Bahkan belasan pesawat yang hendak berangkat ke beberapa tujuan mengalamai keterlambatan atau delay.
Co General Manager PT Angkasa Pura Ngurah Rai, IGN Ardhita menyatakan matinya listrik terjadi pada pagi hari tadi. "Iya tadi pagi listrik dari PLN padam," ujar Ardhita, Minggu (5/1/2014).
Menurut Ardita, saat listrik PLN padam, pihak bandara akhirnya langsung mengaktifkan emergency otomatis dengan menggunakan genzet. "Akhirnya kita menggunakan genzet biar semua normal. Listrik PLN kembali menyala pada pukul 08.20 Wita," jelasnya.
Ardhita mengaku masalah kembali muncul ketika listrik dari PLN tersebut kembali normal. Namun justru terjadi gangguan pada MCB bandara sehingga panel listrik Bandara mengalami kerusakan. "Akibatnya, sebagian listrik di beberapa terminal kembali mengalami gangguan dan pukul 10.00 Wita semua sudah kembali normal sampai sekarang," papar Ardhita.
Lebih jauh Ardita menerangkan, jika matinya listriknya PLN mengakibatkan 11 pesawat mengalami keterlambatan. "Ada 11 pesawat yang delay. Hanya tidak melulu delay karena imbas matinya listrik dan bisa juga karena faktor lain," terang Ardhita.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 660 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 622 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 380 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 322 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun