Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Banjir Tewaskan 30 Orang di Nigeria, 400 Ribu Warga Mengungsi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Banjir besar di Kota Maiduguri, timur laut Nigeria, menewaskan setidaknya 30 orang. Selain itu, 400 ribu warga lainnya terpaksa mengungsi.
"Jumlah korban tewas adalah 30 orang," ujar Juru Bicara Badan Manajemen Darurat Nasional (NEMA) Ezekiel Manzo kepada AFP, dikutip Kamis (12/9).
"Situasi di Maiduguri cukup menakutkan," ujar rekan Manzo di NEMA, Zubaida Umar.
NEMA mencatat banjir menerjang sekitar 40 persen dari seluruh kota. Imbasnya ratusan ribu warga terpaksa meninggalkan rumahnya untuk mengungsi.
"Berdasarkan statistik kami, ada 414 ribu orang yang mengungsi," ujar Umar, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang khawatir jumlah total orang yang mengungsi bisa mencapai satu juta.
Umar menambahkan rumah sakit utama Kota Maiduguri juga diterjang banjir.
Badan Pengungsi PBB di Nigeria menyebut banjir yang terjadi lantaran hujan deras dan bendungan jebol itu merupakan banjir terburuk di kota tersebut dalam 30 tahun terakhir.
Bendungan Alau di Sungai Ngadda mulai jebol pada akhir pekan. Kemudian, hujan deras yang mengguyur pada Selasa lalu membuat air makin membludak dan banjir kian besar. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2048 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1824 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun