Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Barista asal Buleleng Puasa Sambal demi Juara Coffee Tester di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tekad menjadi juara membuat seorang barista asal Kabupaten Buleleng rela menjalani pantangan makan sambal dan mengurangi konsumsi makanan berminyak selama lima hari. Persiapan tersebut dilakukan demi menjaga kepekaan indera perasa dan penciuman saat mengikuti Golkar Bali Cup Tester Championship 2026 di Karangasem, Minggu (5/7/2026).
Peserta tersebut adalah Komang Krisnanda Sutapa (22). Ia mengaku seluruh persiapan dilakukan agar mampu tampil maksimal pada kompetisi coffee tester yang digelar di Zodiak, Subagan, Karangasem. Ajang ini menjadi lomba coffee tester pertama yang digelar di Kabupaten Karangasem, bahkan disebut sebagai yang pertama di Bali.
"Sudah lima hari saya tidak makan sambal dan mengurangi makanan berminyak supaya lidah dan penciuman tetap peka. Targetnya tentu juara, biar tidak rugi jauh-jauh datang dari Buleleng ke Karangasem," ujar Krisnanda saat sela-sela lomba yang berlangsung di Zodiak, Subagan, Karangasem.
Barista yang telah berkecimpung di dunia kopi selama sekitar 3,5 tahun tersebut mulai menyukai kopi sejak lima tahun lalu. Ia mengaku lebih menyenangi kopi dengan karakter rasa pahit.
Keikutsertaannya di Karangasem menjadi pengalaman kedua mengikuti kompetisi coffee tester. Sebelumnya, Krisnanda berhasil meraih juara tiga pada ajang serupa yang digelar di Singaraja.
Dalam perlombaan ini, peserta dituntut memiliki kepekaan tinggi terhadap cita rasa dan aroma kopi. Mereka harus membedakan karakter rasa dari sejumlah cangkir kopi yang tampak identik untuk menentukan mana yang memiliki jenis atau profil rasa berbeda.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Karangasem, I Gusti Ngurah Setiawan yang akrab disapa Gus Zombi, mengatakan minat peserta mengikuti kompetisi tersebut sangat tinggi. Bahkan, hanya dalam waktu sekitar satu jam setelah pendaftaran dibuka, sebanyak 60 orang langsung mendaftarkan diri.
Karena keterbatasan kuota, panitia hanya menerima 32 peserta. Dari jumlah tersebut, 10 peserta berasal dari Karangasem, sedangkan sisanya datang dari berbagai kabupaten di Bali.
"Ini pertama kali di Karangasem bahkan di Bali ada lomba coffee tester. Antusiasmenya luar biasa. Baru 60 menit pendaftaran dibuka sudah ada 60 peserta yang ingin ikut," katanya.
Menurut Gus Zombi, budaya minum kopi di Karangasem terus berkembang dan mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya kalangan muda. Ia menilai tren nongkrong di kedai kopi perlahan menggantikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.
"Kopi memiliki banyak cabang profesi, mulai dari barista, latte art hingga coffee tester. Bali juga pernah melahirkan atlet coffee tester tingkat dunia. Karena itu kami ingin mencari talenta-talenta muda di bidang kopi. Sekarang tren di Karangasem juga mulai bergeser dari alkohol ke nongkrong sambil ngopi. Ini tentu menjadi peluang besar bagi UMKM kopi," ujarnya.
Ia berharap berbagai kegiatan bertema kopi dapat terus digelar untuk membuka ruang kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat pertumbuhan pelaku UMKM di sektor kopi di Kabupaten Karangasem.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali I Dewa Gede Widiasa Putra Nida, anggota Fraksi Golkar, serta tokoh muda sekaligus anggota DPRD Karangasem, I Gusti Ngurah Gede Subagiarta.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1980 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun