Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Baru 3 Bulan Diperbaiki, Jalan Belong–Tebuana di Taro Ambrol Lagi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ruas jalan pedesaan yang menghubungkan Banjar Belong dan Banjar Tebuana di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, kembali mengalami kerusakan. Padahal, perbaikan jalan tersebut belum genap tiga bulan selesai dikerjakan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jalan ambrol sepanjang kurang lebih 15 meter dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter. Kerusakan terjadi di dua titik berbeda, mengakibatkan akses utama warga menuju Banjar Tebuana kini hanya dapat dilalui setengah badan jalan.
Baca juga:
Jalan Ubud Ambrol, Akses Ditutup Total
Lokasi kejadian berada di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Wilayah ini dikenal memiliki kontur tanah yang labil dan rawan longsor, terlebih saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi.
Selain ambrol, retakan juga mulai tampak di sejumlah bagian badan jalan di sekitar titik kerusakan. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena jalur tersebut merupakan akses vital penunjang aktivitas harian, mulai dari mobilitas ke lahan pertanian, sekolah, hingga distribusi kebutuhan pokok.
Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gianyar telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Garis pembatas dipasang di area terdampak guna mengantisipasi kecelakaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, Kamis (5/03/26), membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa wilayahnya memang tergolong rawan longsor akibat kondisi tanah yang labil, apalagi jika diguyur hujan deras dalam durasi cukup lama.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat cuaca buruk. Beberapa titik memang rawan, dan sekarang terjadi lagi ambrol di jalur Belong menuju Tebuana,” ujarnya.
Pemerintah desa berharap Dinas Pekerjaan Umum bersama kontraktor pelaksana segera melakukan penanganan permanen agar kerusakan tidak semakin meluas dan akses warga dapat kembali normal.
Hingga kini, arus lalu lintas masih diberlakukan sistem buka-tutup sederhana dan dilalui secara bergantian. Warga diminta berhati-hati saat melintas, khususnya pengendara roda empat maupun kendaraan bermuatan berat, guna menghindari risiko ambles susulan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5989 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2652 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2312 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan