Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Baru 3 Bulan Diperbaiki, Jalan Belong–Tebuana di Taro Ambrol Lagi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ruas jalan pedesaan yang menghubungkan Banjar Belong dan Banjar Tebuana di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, kembali mengalami kerusakan. Padahal, perbaikan jalan tersebut belum genap tiga bulan selesai dikerjakan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jalan ambrol sepanjang kurang lebih 15 meter dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter. Kerusakan terjadi di dua titik berbeda, mengakibatkan akses utama warga menuju Banjar Tebuana kini hanya dapat dilalui setengah badan jalan.
Baca juga:
Jalan Ubud Ambrol, Akses Ditutup Total
Lokasi kejadian berada di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Wilayah ini dikenal memiliki kontur tanah yang labil dan rawan longsor, terlebih saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi.
Selain ambrol, retakan juga mulai tampak di sejumlah bagian badan jalan di sekitar titik kerusakan. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena jalur tersebut merupakan akses vital penunjang aktivitas harian, mulai dari mobilitas ke lahan pertanian, sekolah, hingga distribusi kebutuhan pokok.
Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gianyar telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Garis pembatas dipasang di area terdampak guna mengantisipasi kecelakaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, Kamis (5/03/26), membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa wilayahnya memang tergolong rawan longsor akibat kondisi tanah yang labil, apalagi jika diguyur hujan deras dalam durasi cukup lama.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat cuaca buruk. Beberapa titik memang rawan, dan sekarang terjadi lagi ambrol di jalur Belong menuju Tebuana,” ujarnya.
Pemerintah desa berharap Dinas Pekerjaan Umum bersama kontraktor pelaksana segera melakukan penanganan permanen agar kerusakan tidak semakin meluas dan akses warga dapat kembali normal.
Hingga kini, arus lalu lintas masih diberlakukan sistem buka-tutup sederhana dan dilalui secara bergantian. Warga diminta berhati-hati saat melintas, khususnya pengendara roda empat maupun kendaraan bermuatan berat, guna menghindari risiko ambles susulan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2024 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun