Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Baru Dipasang, Sudah Ditertibkan
Pekutatan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Baru Dipasang Sudah DitertibkanMenjelang digelarnya Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), perang atribut kampanye antar partai politik (parpol) maupun antar calon legislatif (caleg) semakin menjadi-jadi. Bahkan, tidak sedikit atribut tersebut dipasang pada tempat yang dilarang oleh surat kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh perwakilan dari masing-masing parpol tertanggal 13 Nopember 2008. Saking semangatnya mengikuti Pileg, ada atribut kampanye salah seorang caleg yang terpaksa dibongkar setelah dipasang beberapa saat yang lalu oleh tim kampanyenya.
Kejadian tersebut ditemui saat tim penertiban atribut kampanye yang terdiri dari KPUD Jembrana, Panwaslu Jembrana dan Satpol PP Jembrana melakukan operasi di ruas jalan protokol Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah timur pasar Pekutatan, Kamis (15/1). Saat itu, tim penertiban telah berhasil mencopot 4 pamflet milik caleg PDIP, Ni Luh Putu Suparwati yang terpasang di pepohonan sepanjang jalan protokol tersebut. Kontan tim kampanyenya yang baru saja selesai memasang pamflet tersebut mendekati tim dan memohon kembali pamflet tersebut.
"Saya baru saja memasang pamflet tersebut dan yang bersangkutan masih ada disini. Padahal sudah saya tanyakan berkali-kali sudah benar memasang atribut kampanye di tempat ini," ujar salah seorang tim kampanye Suparwati.
Selain itu, tim penertiban juga harus bekerja ekstra untuk menurunkan sebuah bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang terpasang pada pohon yang lumayan tinggi di pinggir jalan poros wilayah Desa Pulukan, Pekutatan. Untuk menurunkan atribut kampanye yang menyalahi kesepakatan tersebut, seorang anggota Satpol PP terpaksa harus memanjat pohon tersebut. Hal serupa juga terjadi ketika akan menertibkan dua buah bendera besar milik Partai Hanura di jalan protokol yang masuk wilayah Desa Yeh Sumbul, Mendoyo.
Selain itu, Tim penertiban juga terpaksa meminjam gergaji untuk menertibkan balihoo ukuran 4x6 milik caleg Partai Demokrat atas nama Ketut Mudana. Pasalnya, balihoo besar dipasang di pinggir jalan protokol wilayah Desa Pekutatan dipasang permanen dengan tiang-tiang penyangganya dibeton. Dari operasi yang dilancarkan pada 2 kecamatan, Pekutatan dan Mendoyo, berhasil ditertibkan 60 atribut kampanye dari berbagai bentuk dan ukuran.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan