Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Persiapan Stadion Dipta Sudah 75 Persen
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Indonesia dipastikan batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Bahkan kepesertaan Indonesia di ajang dunia dicoret oleh FIFA. Padahal, kesiapan stadion Kapten Wayan Dipta yang disiapkan jadi salah satu venue sudah mencapai 75 persen.
Bahkan, pemolesan terakhir, ialah mendatangkan mesin pitch stiching dari luar negeri. Mesin itu menyulam rumput. Sehingga serasa rumput di Liga Eropa.
Penanggung Jawab Stadion, I Ketut Suasta, menyatakan berbagai fasilitas telah diperbaiki. Dari pagar hingga kursi penonton dibuat level internasional. “Persiapan sudah 75 persen. Tinggal finishing,” ujarnya.
Tahap akhir, yakni pemasangan CCTV di tiap sudut tribun penonton. Bahkan disiapkan tempat layar untuk menonton siaran ulang tatkala ada goal. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian mengenai rekayasa lalu lintas.
“Lima hari ke depan sudah siap,” jelasnya.
Akan tetapi, semuanya sirna dengan adanya kebijakan pemerintah. Meski demikian, pihaknya tetap melanjutkan pengerjaan hingga tuntas.
“Tetap jalan sesuai kontrak dan perjanjian. Kami bersyukur proyek tetap jalan, karena ini menjadi home base Bali United,” ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1028 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 890 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 816 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 524 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 406 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun