Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Batu Seukuran Motor Timpa Rumah Warga Karangasem, Sempat Terdengar Suara Gemuruh
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Material longsoran berupa batu besar menimpa bangunan rumah dan dapur milik I Komang Sudana warga Banjar Dinas Putung, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem pada Selasa malam (7/3/2023).
Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana mengatakan, kejadian longsor sekitar pukul 20.00 WITA. Saat kejadian pemilik rumah beserta keluarganya sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan penghuni rumah langsung keluar dan mendapati batu besar menimpa rumahnya.
"Disana tinggal 1 KK yang terdiri dari 5 orang anggota keluarga, tidak ada korban, semuanya selamat hanya kerugian materiil kerusakan bangunan dan saat ini sudah diatensi oleh piha terkait," ujar Pawana, Rabu (8/3/2023).
Sementara itu, pasca kejadian dibantu warga batu berukuran sekitar dua meteran tersebut telah dibersihkan. Pemilik rumah diberikan bantuan oleh BPBD Karangasem berupa Matras, Paket Sembako, Selimut, Sarung, Kompor plus Regulator dan Lampu Tenaga Surya.
"Batu sudah digeser oleh warga, saat ini pemilik rumah menumpang sementara di rumah kerabatnya," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem, I Putu Eka Putra Tirtana saat dikonfirmasi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4421 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1946 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1508 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 929 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun