Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Beberkan Dampak Sosial Galian C di Karangasem
Amlapura
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Galian C yang merupakan salah satu aset primadona yang dimiliki Kabupaten Karangasem, belakangan tidak terlepas dari sorotan berbagai pihak dan tudingan miring lantaran berpotensi merusak lingkungan di sekitar lokasi penggalian.
Terhadap berbagai fenomena itu, Tim Teknis dari Fakultas jurusan Antropologi UNUD bekerjasama dengan Bappeda Pemkab Karangasem, Senin (10/12) menyampaikan presentasinya dalam sebuah seminar ‘Executive Summary’ bertemakan Dampak Sosial Dan Kajian Teknis Galian C Di Kabupaten Karangasem di Aula Kantor Inforkom Karangasem.
Tiga Tim pengkaji dari Akademisi yakni Dosen Antropolog, Drs. I Wayan Suena MSi, Dosen Fakultas Pertanian UNUD, I Wayan Rusna.Ms dan Dosen Antropolog, Agung Anom hadir selaku nara sumber menyampaikan hasil penelitian mereka di tiga wilayah yang menjadi sentra penggalian pasir tersebut. Diantaranya, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Desa Sebudi Kecamatan Selat dan Desa Tulamben Kecamatan Kubu.
Menurut Suena, kegiatan penambangan di kawasan yang dipakai percontohan tersebut telah dilaksanakan penggalian lebih dari 10 tahun. Tiga indikator dipakai dalam menjelaskan dampak dari aktivitas penggalian itu antara lain, aspek sosial, ekonomi, dan kesehatan.
Dalam summary-nya itu, disebutkan aspek sosial dari adanya penggalian diantaranya menimbulkan dampak konflik, dalam hal ini disebutkan penambangan terkadang menjadi dilematis, yakni satu sisi masyarakat diuntungkan sementara disisi lain masyarakat juga kerap dirugikan.
“Realitas demikian cenderung menimbulkan konflik dalam masyarakat. Konflik itu juga kuat dipengaruhi adanya praktek penambangan yang cenderung melanggar aturan semisal kedalaman lubang galian, tidak melaksanakan reklamasi, penggalian kurang memperhatikan lokasi Pura, pemukiman, jalan dan atau fasilitas-fasilitas umum lainnya,“ beber Suena.
Selain konflik, nara sumber juga mengurai berpeluang menimbulkan keresahan Penduduk,umumnya dirasakan oleh penduduk yang memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan Akibat aktifitas galian dan juga tingkat kebisingan, dan polusi sebagai bagian dari aspek sosial .
Sementara dari aspek ekonomi, diakui kegiatan penambangan memiliki dampak positif, yakni membuka kesempatan kerja, dan menyerap tenaga kerja lokal. Sisi positif lainnya, lembaga-lembaga ditingkat desa dan adat juga merasa mendapat kontribusi dari aktifitas penambangan itu.
Aspek yang tak kalah pentingnya yakni aspek kesehatan, aktifitas galian C disebutkan juga berpeluang menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan atas(inspa) bagi penduduk yang tinggal dekat lokasi galian, selain juga berdampak terhadap para pekerja di lokasi galian.
Lebih jauh dibeberkan, akibat penggalian memicu hilangnya flora yang sebelumnya telah beradaptasi dengan lingkungan setempat, kondisi demikian dapat merubah kondisi mikro lokasi proyek, terutama suhu dan kelembaban.
Diluar lokasi penambangan, hasil penelitian UNUD juga mendapati dampak negatif yang terjadi diantaranya kerusakan jalan, kemacetan lalu-lintas, kondisi demikian kerap mengganggu jalur pariwisata maupun pelaksanaan upacara adat di sejumlah kawasan di Bali.
Dampak sosial dan kajian teknis Galian C ini disampaikan dihadapan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemkab Karangasem. Sementara pihak Bappeda yang diwakili Drs. Imade Sujana Erawan intinya menyampaikan Dampak sosial dan kajian teknis terhadap Galian C penting untuk diperhatikan sebagai acuan bersama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berbasis pengendalian lingkungan. (kkk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5655 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2518 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2185 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan