Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Belasan Remaja Pesta Miras di TPU
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Belasan remaja asik pesta miras di tempat pemakaman umum (TPU) Cieunteung. Aksi yang dilakukan belasan remaja itu cukup meresahkan masyarakat. Kelakuan belasan remaja pesta miras itu terjadi di tempat pemakaman umum (TPU) Cieunteung, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya pada Selasa (15/2/2021) malam.
Kasi Operasi Satpol PP Kota Tasikmalaya, Sandi A Sugih mengatakan, sebanyak 12 remaja yang diamankan itu adalah anak-anak punk."Ada 12 anak punk yang kami amankan, satu di antaranya perempuan," ujar Sandi, dikutip Suarabogor.id dari Ayobandung - media jaringan - Suara.com, Rabu (17/2/2021).
Ia menuturkan, mereka diduga sedang pesta minuman keras (miras) jenis tuak di areal permakaman. Semua anak-anak punk tersebut langsung digiring ke truk patroli dan dibawa ke mako Satpol PP di Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Tasikmalaya.
"Dari hasil pemeriksaan, mereka ini sedang minum miras jenis tuak. Bahkan ada yang mengaku mirasnya dicampur dengan obat-obatan sejenis obat batuk," ucapnya.
Sandi menambahkan, pihaknya melakukan pendataan dan pembinaan terhadap ke 12 anak punk tersebut agar tidak melakukan kembali hal serupa. "Kami akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk pembinaan lebih lanjut," ungkapnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4411 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1879 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1507 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 995 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 927 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun