Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Belasan Rumah di Karangasem Terdampak Banjir, Endapan Material Setebal 1,5 Meter
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Belasan rumah dan tempat usaha warga di Banjar Dinas Darmawinangun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem terdampak banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (10/2/2024) lalu.
Sebagian besar rumah yang terdampak mengalami endapan material berupa pasir dan batu krikil yang terbawa banjir cukup tinggi mulai dari ketebalan 10 cm hingga 1,5 meter. Selain berupa endapan, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan puluhan meter tembok penyengker rumah warga serta menghanyutkan perabotan rumah tangga dan menimbun sejumlah sepeda motor.
"Dari hasil assesmen, total ada sekitar 17 rumah serta tempat usaha warga yang terdampak endapan material banjir, selain itu beberapa sepeda motor juga tertimbun endapan dan banjir juga merobohkan tembok penyegker beberapa rumah warga," kata Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun akibat bencana tersebut menyebabkan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sementara pihak BPBD Karangasem sendiri sedang berkoordinasi dengan provinsi untuk penanganan endapan banjir yang masih menutupi badan jalan provinsi serta melakukan penanganan terhadap endapan di pemukiman warga.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4472 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2270 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1590 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1574 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun