Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Biden Izinkan Ukraina Pakai Rudal AS, Putin Ancam Balas Pakai Nuklir
beritabali.com/cnnindonesia.com/Biden Izinkan Ukraina Pakai Rudal AS, Putin Ancam Balas Pakai Nuklir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengultimatum bahwa Moskow bisa mempertimbangkan menggunakan senjata nuklir dalam menghadapi serangan rudal konvensional yang didukung negara berkemampuan nuklir.
Ancaman itu diutarakan Putin melalui doktrin nuklir yang diperbarui Rusia usai mendapat persetujuan sang presiden pada Selasa (19/11).
Pembaruan doktrin nuklir Rusia ini ditetapkan sebagai respons setelah Amerika Serikat mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh buatannya untuk melawan Moskow.
Dikutip Reuters, doktrin yang diperbarui ini merinci kriteria ancaman-ancaman yang dapat membuat Rusia mempertimbangkan menggunakan senjata nuklir untuk membalas.
Dalam doktrin tersebut disebutkan bahwa serangan menggunakan rudal konvensional, drone, atau pesawat lainnya dapat memenuhi kriteria tersebut.
Selain itu, doktrin ini menyatakan bahwa segala bentuk agresi terhadap Rusia oleh negara anggota koalisi akan dianggap oleh Moskow sebagai agresi dari seluruh koalisi tersebut.
Ketegangan antara Rusia dan negara Barat memang kembali memanas sejak Moskow melancarkan invasi ke Ukraina sejak Februari 2022 lalu.
Invasi ke Ukraina yang telah berlangsung 2,5 tahun ini telah memicu konfrontasi paling serius antara Rusia dan Barat sejak Krisis Rudal Kuba 1962. Krisis tersebut dianggap sebagai momen di mana dunia sedikit lagi menuju perang nuklir antara AS-Uni Soviet (sekarang Rusia).
Ketegangan itu disebut kembali muncul menyusul langkah Presiden AS Joe Biden untuk pertama kalinya mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh buatan negaranya untuk berperang melawan Rusia.
Lampu hijau itu diberikan usai Rusia menembakkan ratusan rudal dan pesawat nirawak yang menyasar infrastruktur listrik Ukraina pada Minggu (17/11).
Menurut sejumlah pejabat AS, izin itu diberikan untuk membantu Ukraina melawan pasukan Rusia yang kini telah didukung oleh pasukan Korea Utara. Saat ini, ribuan prajurit Pyongyang telah berada di wilayah Kursk, barat Rusia, untuk membantu Moskow merebut kembali wilayah tersebut.
Kursk telah menjadi lokasi Ukraina menempatkan pasukan usai melancarkan serangan balasan mendadak pada musim panas lalu, tepatnya pada Agustus. Sebagian wilayah itu kini di bawah kendali pasukan Ukraina.
Dilansir dari The New York Times, para pejabat AS mengatakan Biden memberikan izin karena melihat dinamika yang terjadi di medan perang.
Juru bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov sebelumnya mengatakan keputusan Biden itu memperburuk konflik.
"Jelas pemerintahan AS saat ini telah mengobarkan api dan memprovokasi ketegangan lebih lanjut," kata Peskov, dikutip dari AFP, Senin (18/11). (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5877 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan