Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 2 November 2026
BNNP Bali Target Rehabilitasi 1115 Orang, Sementara Baru 575 Orang
Jumat, 18 Agustus 2017,
09:00 WITA
Follow
Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa saat mengikuti kegiatan bimbingan teknis soal Rehabilitasi di Gianyar. [bbcom]
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Gianyar. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa SH menegaskan target Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali tahun 2017 ini sejumlah 1115 orang.
Namun baru 575 orang yang menjalani rehabilitasi dan tentunya masih jauh dari target. Itu dikatakan Brigjen Suastawa saat membuka kegiatan bimbingan teknis ke Lembaga Rehabilitasi Sosialisasi Standarisasi Rehabilitasi, di Gianyar Rabu (16/8) siang.
[pilihan-redaksi]
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar I Wayan Sudana, M. Kes, didampingi Kabid Rehabilitasi BNNP Bali AKBP I Nyoman Artana dan Kepala BNN Kabupaten Gianyar AKBP I Made Pastika.
Sebanyak 20 undangan dari pimpinan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang merupakan patner BNNP Bali selama pelaksanaan Rehabilitasi, hadir dalam pertemuan.
Jenderal bintang satu dipundak itu mengatakan, dari 800 New Psychoactive Substance yang beredar di dunia saat ini, 67 yang masuk di Indonesia dan 43 yang diatur oleh Permenkes no 2 tahun 2017. Sementara, target rehabilitasi BNNP Bali pada tahun 2017 ini adalah 1115 orang, sedangkan baru 575 orang yang menjalani rehabilitasi.
Melihat kondisi seperti ini sangat diperlukan adanya koordinasi dan keatifkan dari institusi penerima wajib lapor di Bali.
"Dari data BNNP Bali miliki, saat ini baru 60 yang melapor diri untuk direhabilitasi dan melalui Compulsary 475 orang. Jadi, tentu masih jauh dari target yang diberikan untuk rehabilitasi," ungkapnya.
Jenderal asal Mengwi Badung itu mengimbau perlu adanya program dan anggaran untuk melaksanakan giat rehabilitasi yang selama ini sudah berjalan.
Menurutnya, ada beberapa hambatan dalam pelaksanaan rehabilitasi.
“Dari sisi klien yang menganggap bahwa itu haknya, dia tidak merasa kecanduan. Sedangkan stereotip di masyarakat yang buruk serta kurang perdulinya masyarakat terhadap kondisi ini,” urainya.
Sementara dari sisi lembaga rehabilitasi yaitu belum maksimalnya pelaksanaan rehabilitasi oleh lembaga rehabilitasi, ditambah masih terbatasnya lembaga rawat inap belum paham tentang birokrasi dan administrasi, serta stereotipe ditumpangi oleh urusan pribadi.
[pilihan-redaksi2]
Untuk itulah kata Brigjen Suastawa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk peningkatan kemampuan agar proses monitoring & evaluasi dalam hal Pelayanan Rehabilitasi Rawat Jalan Medis dapat berjalan lebih baik lagi. Selama ini katanya koordinasi BNNP Bali dengan lembaga rehabilitasi sudah cukup baik, namun perlu ditingkatkan.
Sementara Dirut RSUP Sanglah I Wayan Sudana sangat mengapresiasi BNNP Bali yang selama ini sudah melakukan koordinasi dalam pelaksanaan rehabilitasi.
"Hal ini adalah tugas semua institusi pemerintah untuk menggerakkan masyarakat, mulai dari lingkungan masyarakat terkecil, IPWL instansi pemerintah siap untuk mendukung BNN sebab ini adalah tugas kita bersama," katanya. [spy/wrt]
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 539 Kali
04
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 395 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 394 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026