Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Alas Utama Medewi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seorang bocah berusia 10 tahun tewas tenggelam saat bermain di sungai kawasan wisata Alas Utama Medewi, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Sabtu (23/8/2025) siang.
Korban berinisial RK asal Jembrana itu datang bersama rombongan pengajian anak-anak yang didampingi guru dan orang tua. Namun, keceriaan di lokasi wisata berubah menjadi tragedi setelah korban terseret arus dan tak mampu diselamatkan.
RK sempat dibawa ke Puskesmas Pekutatan I, tetapi dokter menyatakan ia sudah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan, dan keluarga menolak autopsi dengan menerima kejadian ini sebagai musibah.
Meski demikian, peristiwa ini menjadi pelajaran agar para orang tua tidak lalai mengawasi anaknya. Anak-anak yang dibiarkan bermain di aliran sungai berbahaya tanpa kontrol ketat dinilai menjadi faktor utama hilangnya nyawa korban.
Kapolres Jembrana melalui Polsek Pekutatan menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada.
"Sungai bukan tempat aman untuk bermain, terutama bagi anak-anak. Pengawasan harus jadi prioritas," tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2970 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun