Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Buleleng Siap Gelar Imunisasi Kejar Japanese Encephalitis
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Kesehatan Buleleng saat ini masih menunggu jadwal pelaksanaan program imunisasi kejar Japanese Encephalitis (JE) dari pemerintah provinsi.
Imunisasi ini rencananya akan diberikan kepada anak-anak di bawah usia 15 tahun untuk mencegah penyebaran virus Japanese Encephalitis yang dapat menyebabkan radang otak.
Plt. Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Buleleng, Gede Artamawan pada Kamis (12/6) menyampaikan, pihaknya telah memetakan kebutuhan SDM, vaksin, alat suntik, dan tempat penyimpanan vaksin di seluruh wilayah Buleleng.
Namun, hingga saat ini jadwal pelaksanaannya masih menunggu keputusan dari Pemprov Bali. Imunisasi ini ditargetkan kepada anak-anak sebagai kelompok paling rentan tertular virus JE yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
“Imunisasi JE ini sangat efektif. Jika cakupan imunisasinya optimal, maka penyakit ini seharusnya tidak muncul. Namun karena sempat terhenti saat pandemi, celah-celah itu harus segera ditutup melalui program imunisasi kejar JE,” ungkap Artamawan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui pemberian imunisasi ini, tubuh anak akan membentuk kekebalan sehingga meskipun digigit nyamuk pembawa virus JE, mereka tidak akan mudah tertular. Data imunisasi nantinya akan tercatat dalam buku KIA maupun aplikasi digital SMILE, sehingga riwayat imunisasi anak dapat dipantau secara akurat.
Artamawan pun berharap program imunisasi JE gratis ini dapat didukung penuh oleh masyarakat. "Vaksin JE ini sudah terbukti aman dan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) sangat jarang terjadi. Jika masyarakat ragu, silakan datang ke Posyandu, Puskesmas, atau fasilitas kesehatan lainnya untuk bertanya dan mendapatkan penjelasan,” imbaunya.
Selain itu, Artamawan menegaskan pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih untuk menekan populasi nyamuk penyebar virus. Meski begitu, ia menilai vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif dan efisien dalam pencegahan penyakit JE.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan