Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Buntut Gelar Fashion Show Seksi LGBT, Kafe Ditutup
BERITABALI.COM, NTB.
Viral di media sosial video beberapa Transpuan atau Waria menggelar fashion show dengan tampilan seksi di sebuah kafe di Kota Bima pada Sabtu (21/1) malam.
Video itu mendapatkan komentar kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya, kegiatan LGBT tersebut merusak tatanan sosial dan pakaian yang digunakan tidak sesuai dengan norma-norma agama yang dianut.
Penutupan tempat hiburan ini dibantu aparat gabungan TNI dan Satpol PP dan disaksikan langsung oleh Camat Rasana'e Barat, Suharni. Dalam memimpin apel, Suharni mengatakan, pihaknya melakukan penyegelan terhadap Kafe Falcao karena meresahkan masyarakat.
Penyegelan ini sebagai bentuk tindakan tegas pemerintah atas dilaksanakannya kegiatan LGBT. Termasuk sebagai pelajaran bagi kafe lain, agar tidak memberikan izin kegiatan serupa yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.
"Ini pembelajaran bagi kafe-kafe dan tempat hiburan yang lain agar tidak melaksanakan kegiatan yang mengganggu kenyamanan dan kamtibmas," jelasnya, dikutip IDN Times.
Harusnya setiap ada kegiatan, pemilik cafe melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah sebelum membuat kegiatan malam. Sehingga bisa diketahui, apakah kegiatan yang dilaksanakan dapat mengganggu kenyamanan atau tidak.
"Biar keamanan wilayah terjamin," tegasnya Suharni.
Kepala Kesbangpol Muhammad Hasyim mengatakan, tindakan ini sudah dibahas dalam rapat koordinasi yang sebelumnya digelar. Bahkan pihaknya telah mengklarifikasi beberapa pihak, termasuk pemilik Cafe Falcao terkait video fashion show sekelompok waria yang viral.
"Dari hasil klarifikasi itu, pemilik cafe mengetahui jika acara yang digelar merupakan perayaan ulang tahun seorang pemilik salon," terangnya.
Sayangnya pada saat acara dilaksanakan, ada aktivitas fashion show waria dengan pakaian seksi. Dan aktivitas fashion show itu divideokan dan diunggah di media sosial hingga viral di media sosial.
Sementara itu, pemilik Cafe Falcao, M Yanuar, yang dikonfirmasi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Pihaknya telah lalai dan mengizinkan kegiatan tersebut.
"Sebenarnya acara permohonan izin ulang tahun. Saya gak tahu diselipkan acara game show seperti dalam video viral itu," tukasnya.
Meski begitu, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya sebelum penutupan cafe miliknya tersebut. Mulai dari koordinasi dengan pihak DPMPTS terkait perizinan hingga membuat surat pernyataan ke kantor polisi.
"Kami terima penyegelan ini. Tapi jangan sampai mematikan usaha kami," pungkasnya
Kasatpol Kota Bima, M Noer tidak menampik bahwa pihaknya ikut menyegel Cafe Falcao. Namun dia enggan berkomentar banyak perihal batas waktu penyegelan tempat hiburan malam tersebut.
"Dari kami pihak Pol PP no komen. Nanti kami akan koordinasi dengan Kesbangpol soal batas waktu penyegelan. Maaf ya," katanya dikonfirmasi, Sabtu (21/1).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun