Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Bupati Tamba Ajak Segenap Elemen Masyarakat Percepat Penurunan Angka Stunting di Jembrana
beritabali/ist/Bupati Tamba Ajak Segenap Elemen Masyarakat Percepat Penurunan Angka Stunting di Jembrana.
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengajak segenap elemen masyarakat untuk 'Ngrombo' (bersama-sama) bahu membahu dalam mempercepat penurunan angka stunting di Jembrana.
Hal tersebut ia sampaikan saat memberi arahan pada Prebekel, kader PKK dan Posyadu serta Bidan Desa se-Kecematan Mendoyo yang dipusatkan di Gedung Serba Guna, Desa Penyaringan, Senin (11/12/2023).
"Permasalahan stunting menjadi tantangan kita semua, oleh sebab itu, Saya mengajak seluruh instansi terkait dari level kabupaten sampai desa untuk 'Ngrombo' (bersama-sama) tangani stunting, karena stunting menjadi atensi pemerintah pusat dan provinsi Bali," kata Bupati Tamba.
Salah satu upaya telah dilakukan, Sebut Bupati Tamba yakni program BAAS (Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting). Program BAAS menggerakan seluruh Kepala OPD dan pimpinan swasta untuk memberikan pendampingian kepada anak stunting secara berkelanjutan.
"Tujuan dari program ini adalah untuk mencukupi kebutuhan makan bergizi bagi anak-anak. Program BAAS ditargetkan berlangsung selama enam bulan. Selama periode ini akan kita lakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin terhadap perkembangan anak-anak yang mendapat bantuan. Astungkara dapat memperoleh feedback yang baik terhadap penurunan angka stunting," ungkapnya.
Selain melalui program BAAS, sosialisasi pencegahan stunting juga harus dilakukan secara masif dengan menyasar masyarakat-masyarakat di pelosok-pelosok desa.
"Saya ucapkan terima kasih kepada kader kesehatan yang telah berupaya menurunkan angka stunting di Jembrana. Para kader memiliki peran penting dalam mensosialisasikan pencegahan stunting kepada masyarakat. Dengan komitmen bersama anak stunting di Jembrana dapat semakin menurun," jelasnya.
Ditambahnya, kaderlah yang dapat menggerakkan masyarakat secara langsung. Melalui pendekatan dan sosialisasi, masyarakat dapat lebih cepat memahami cara penanggulangan stunting.
"Pencegahan dapat dimulai dengan sosialisasi kepada para remaja ataupun calon pengantin. Sehingga mereka dapat memahami bagaimana mempersiapkan gizi yang tepat untuk calon bayi,” ucap Bupati asal Desa Kaliakah tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5978 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4666 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan