Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Caleg Minta Type-Ex Gate 2004 Tidak Terulang
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Para caleg di Jembrana meminta KPUD Jembrana bisa bersikap netral dan independen dalam menyikapi banyaknya persoalan yang muncul dalam proses pencalegan di Jembrana yang diduga penuh dengan intrik dan rekayasa, sehingga kasus Type-Ex Gate yang pernah terjadi pada pemilu 2004 tidak terulang lagi.
Dari informasi yang diperoleh, pernyataan ini muncul karena penentuan nomor urut caleg di beberapa parpol banyak yang menimbulkan polemik dan kemungkinan akan menjadi salah satu sumber konflik di internal partai tersebut. Akibatnya, banyak kader partai yang kecewa dan akhirnya "lompat pagar".
"Melihat kondisi ini, KPUD Jembrana diharapkan bisa bersikap netral dan independen tanpa ikut bermain sehingga kasus Type-Ex Gate tidak terulang," ujar Wayan Sudarsana salah seorang Caleg PDIP, Minggu (24/8).
Menurutnya, jika dalam proses awal yakni pencalegan sudah tejadi intrik dan permainan kotor maka hasil dari pemilu legislatif tidak akan berkwalitas. "Inilah yang memerlukan pengawasan ketat dan netral," tandasnya.
Sementara itu Ketua KPUD Jembrana HMIGB Arthawirawan, belum bisa dikonfirmasi lantaran ponselnya tidak aktif. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2958 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2052 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun