Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Canggihnya Fitur Web Desa Melinggih Sebagai Sistem Informasi Desa
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Desa Melinggih meluncurkan teknologi berbasis digital di desa melalui website desa www.melinggih.desa.id. Teknologi yang dinamakan Sistem Informasi Desa (SID) Terbuka tersebut, desa bisa berinovasi melalui program desa cerdas dari Kementerian Desa.
Perbekel Melinggih, I Made Diptayana, menyatakan dalam sistem ini, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan. Mulai dari smart people, government, smart ekonomi dan mobilitas.
“Di Desa Melinggih baru, people, government dan smart ekonomi,” ujar dia.
Maka dari itu, dari tiga, dirangkum menjadi SID Open. “Desa Melinggih punya web resmi, masyarakat bisa melihat fitur layanan, termasuk peta desa hingga melihat rumah warga penerima BLT, PKH, bahkan penyandang disabilitas bisa dilihat dari web,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, sistem juga untuk menambah pelayanan dan membangkitkan perekonomian desa. “Kami juga edukasi masyarakat, dengan sosialisasi turun ke masyarakat sasar anak muda di desa dan menyambangi tokoh masyarakat,” ujar dia.
Dia juga bangga, karena bupati Gianyar Made Mahayastra mengapresiasi kinerja SID Open ini. “Bahwa sistem pemerintahan desa sudah berbasis digital. Jadi anggaran lebih transparan,” jelas dia.
Harapan ke depan, agar sistem berjalan dengan baik dan bisa memanfaatkan layanan yang disediakan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 689 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 639 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 380 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 322 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun