Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
CI Identifikasi 25 Kawasan Keragaman Hayati Laut
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil Identifikasi lembaga konservasi Internasional (CI) menunjukkan bahwa Bali memiliki 25 pusat kawasan keberagaman hayati laut. Namun 25 pusat kawasan keberagaman hayati laut tersebut hingga saat ini belum terkelola.25 kawasan pusat kawasan keragaman hayati tersebut diantaranya kawasan Nusa Dua, Uluwatu, Nusa Penida, Amed, Les, Lovina, Pemuteran dan Perancak.
Direktur Program kelautan CI Ketut Sarjana Putra pada keterangannya disela-sela peresmian Pusat penelitian keragaman hayati Indonesia di Denpasar, Selasa (10/8) mengungkapkan secara ekologi 25 pusat kawasan keberagaman hatai laut ini merupakan dapur dari ekonomi dan kelautan pesisir Bali.
Kawasan pusat keberagaman hayati laut tersebut juga merupakan kawasan sosial budaya masyarakat pesisir Bali.Dari sisi sosial budaya misalnya di Bali pantai sebagai tempat melasti, jika pusat kawasan ini tidak dikelola maka budaya melasti juga akan hilang, maka pusat kawasan ini tidak hanya memiliki fungsi ekologis tetapi juga sosial budaya, ujar Ketut Sarjana Putra.Ketut Sarjana Putra menyatakan jika dilihat dari luas wilayah dari 25 pusat kawasan keberagaman hayati laut di Bali mencapai sekitar 70.000 hektar.
70.000 hektar luas pusat kawasan keberagaman hayati laut tersebut keseluruhannya merupakan bagian dari kawasan segi tiga karang dunia.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5399 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2283 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1070 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan