Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Cina Klaim Telah Menerima Kemungkinan Sinyal dari Alien
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina mengeklaim bahwa teleskop "Sky Eye" mungkin telah mengambil sinyal jejak dari peradaban alien yang jauh.
Klaim ini tertuang dalam laporan yang baru-baru diunggah dan kemudian dihapus oleh para ilmuwan Cina. Dikutip dari Live Science, para astronom di Beijing Normal University telah menemukan beberapa kasus kemungkinan jejak teknologi dan peradaban luar angkasa dari luar Bumi.
Sky Eye mulai bekerja memindai luar angkasa untuk mencari sinyal radio yang dapat mengindikasikan kehidupan di luar Bumi pada 2019. Teleskop tersebut menyaring data itu pada 2020.
Para peneliti mengatakan, mereka melihat dua pita sempit yang mencurigakan.
Lakukan penyelidikan lebih lanjut
Kemudian pada 2022, survei yang ditargetkan terhadap planet luar tata surya menemukan sinyal radio pita sempit yang aneh, sehingga jumlahnya menjadi tiga. Karena sinyalnya adalah gelombang radio pita sempit yang biasanya hanya digunakan oleh pesawat dan satelit manusia, sinyal tersebut bisa saja dihasilkan oleh teknologi alien.
Namun, para ilmuwan mengatakan temuan mereka masih awal dan harus diambil dengan hati-hati sampai analisis selesai.
"Ini adalah beberapa sinyal elektromagnetik pita sempit yang berbeda dari masa lalu, dan tim saat ini sedang mengerjakan penyelidikan lebih lanjut," kata kepala ilmuwan di China Extraterrestrial Civilization Research Group di Beijing Normal University, Zhang Tongije.
"Kemungkinan sinyal yang mencurigakan adalah semacam gangguan radio juga sangat tinggi, dan itu perlu dikonfirmasi lebih lanjut dan mungkin memerlukan proses yang panjang," sambungnya.
Setelah publikasinya, laporan itu dengan cepat mulai beredar di jaringan media sosial China Weibo dan diambil oleh sejumlah outlet milik pemerintah lainnya. Alasan di balik penghapusannya yang tiba-tiba tidak jelas.
Ini bukan pertama kalinya para ilmuwan dibingungkan oleh gelombang radio dari luar angkasa. Pada Agustus 1977, pencarian SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence) yang dilakukan oleh teleskop Big Ear Ohio State University menemukan ledakan elektromagnetik yang sangat kuat, berdurasi satu menit.
Ledakan itu berkobar pada frekuensi yang diduga oleh para ilmuwan dapat digunakan oleh peradaban alien. Pencarian lanjutan di wilayah ruang yang sama semuanya kembali dengan tangan kosong.
Sumber sinyal masih misterius
Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa sinyal tersebut mungkin berasal dari bintang mirip matahari yang terletak di konstelasi Sagitarius. Meski demikian, sumber sinyal tersebut masih menjadi misteri.
Astronom Cina ingin mengesampingkan interferensi radio karena telah terkenal menghalangi ilmuwan pemburu alien di masa lalu. Pada 2019, para astronom melihat sinyal yang dipancarkan ke Bumi dari Proxima Centauri, sistem bintang terdekat dengan Matahari dan rumah bagi setidaknya satu planet berpotensi layak huni.
Sinyal itu adalah gelombang radio pita sempit yang biasanya diasosiasikan dengan benda-benda buatan manusia. Studi baru yang dirilis dua tahun kemudian, menunjukkan bahwa sinyal itu kemungkinan besar dihasilkan oleh teknologi manusia yang tidak berfungsi.
Begitu halnya dengan rangkaian sinyal terkenal lain yang pernah diduga berasal dari alien, terdeteksi antara tahun 2011 dan 2014. Sinyal itu ternyata sebenarnya dibuat oleh para ilmuwan yang menggunakan microwave untuk makan siang mereka.
Tonjie telah menambahkan bahwa timnya berencana untuk melakukan pengamatan berulang terhadap sinyal aneh untuk secara meyakinkan mengesampingkan gangguan radio dan memperoleh informasi sebanyak mungkin.
"Kami berharap teleskop Sky Eye menjadi yang pertama menemukan dan mengkonfirmasi keberadaan peradaban luar angkasa," kata Zhang.(sumber: kompas.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4518 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2334 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun