Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Daerah Aliran Sungai Buleleng Mengkhawatirkan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dipengaruhi faktor alam dan perbedaan persepsi manusia, kondisi Daerah aliran Sungai yang disingkat DAS serta lingkungan disekitarnya sangat mengkhawatirkan dan perlu disikapi secara serius.
Demikian diungkapkan Forum DAS Kabupaten Buleleng.
Ketua Forum DAS Buleleng Ketut Sudiana mengungkapkan, dari data dan fakta yang ditemukan, kondisi lingkungan dan daerah aliran sungai di Buleleng sangat mengkhawatirkan diakibatkan pengaruh lingkungan itu sendiri dan perbedaan pandangan masyarakat.
"Ada pandangan yang berbeda di masyarakat, satu sisi mengungkapkan kerusakan daerah aliran sungai tidak menimbulkan dampak, namun disisi lain kerusakan itu justru menimbulkan adanya bencana alam, ini harus kita samakan persepasi masyarakat."ungkap Suardana.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Buleleng, Komang Gede Yasa, dimana dalam jalinan kerjasama dengan Forum DAS akan dilakukan monitoring ataupun pengawasan terhadap kondisi yang mengkhawatirkan itu.
'' Dengan adanya forum independen ini, Forum DAS, kita akan meminta masukan untuk melakukan perbaikan ataupun pemetaan sejumlah wilayah yang rusak," ungkap Kadishutbun Komang Gede Yasa.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun